Tragis, 85 Nyawa Melayang Akibat Kecelakaan di Ngawi Sepanjang 2025

Tragis, 85 Nyawa Melayang Akibat Kecelakaan di Ngawi Sepanjang 2025

Smallest Font
Largest Font

Kabupaten Ngawi mencatat angka kecelakaan lalu lintas yang memprihatinkan sepanjang tahun 2025. Sebanyak 85 jiwa dilaporkan meninggal dunia akibat insiden di jalan raya. Meskipun angka ini menurun dibandingkan tahun sebelumnya, kepolisian menilai jumlah korban jiwa tetap tinggi dan menjadi perhatian serius.

Jumlah Kecelakaan Lalu Lintas di Ngawi

Kapolres Ngawi AKBP Charles Pandapotan Tampubolon mengungkapkan bahwa selama Januari hingga Desember 2025, terdapat 1.037 kejadian kecelakaan lalu lintas di wilayah hukumnya. Total korban mencapai 1.929 orang. Jumlah ini menunjukkan penurunan sebanyak 331 orang dibandingkan tahun 2024.

“Penurunan memang terjadi, tetapi 85 korban meninggal dunia bukanlah angka kecil. Itu nyawa manusia yang hilang di jalan raya dan harus menjadi perhatian serius semua pihak,” tegas Charles saat rilis akhir tahun di Mako Polres Ngawi, Minggu (29/12/2025).

Faktor Manusia Jadi Penyebab Utama

Hasil evaluasi kepolisian menunjukkan bahwa faktor manusia masih menjadi penyebab utama kecelakaan lalu lintas. Kesalahan yang paling sering ditemukan adalah perilaku menyalip kendaraan secara tidak aman, terutama dari sisi kiri.

Menyalip dari Kiri Sangat Berbahaya

Padahal, aturan lalu lintas secara tegas mewajibkan kendaraan bermotor menyalip dari sebelah kanan. Namun, dalam praktiknya, aturan ini kerap diabaikan oleh pengguna jalan.

“Menyalip dari kiri itu kesalahan fatal. Risiko kecelakaannya sangat tinggi,” jelas Charles.

Menurutnya, kebiasaan tersebut tidak hanya membahayakan pengendara lain, tetapi juga mengancam keselamatan diri sendiri. Jalan raya adalah ruang publik yang digunakan bersama oleh berbagai elemen masyarakat.

Korban Didominasi Usia Produktif

Dari sisi demografi, korban kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Ngawi didominasi kelompok usia produktif, yaitu antara 16 hingga 30 tahun. Pada 2024, jumlah korban dari kelompok usia ini tercatat sebanyak 862 orang. Angka ini menurun menjadi 702 orang pada 2025, atau berkurang 160 orang.

Psikologi Usia Muda Picu Kecelakaan

Charles menjelaskan bahwa kelompok usia muda cenderung memiliki intensitas berkendara yang tinggi serta pengalaman mengemudi yang masih terbatas. Secara psikologis, usia produktif juga dinilai memiliki kecenderungan lebih berani mengambil risiko di jalan raya.

“Usia muda masih memiliki jiwa petualang dan sering kali kurang berhati-hati. Ini yang menjadi salah satu pemicu kecelakaan,” terangnya.

Pelanggaran Marka Jalan Meningkat

Data kepolisian menunjukkan bahwa pelanggaran marka jalan di Kabupaten Ngawi justru mengalami peningkatan sepanjang 2025. Pelanggaran tersebut umumnya dilakukan secara sadar, seperti menerobos lampu lalu lintas atau melanggar marka meski kondisi jalan tidak aman.

“Pelanggaran marka ini bukan karena tidak tahu aturan, tetapi disengaja. Kesadaran hukum masih rendah, sehingga justru meningkat pada 2025,” tegas Kapolres.

Imbauan Keselamatan Berlalu Lintas

Polres Ngawi terus mengimbau masyarakat agar lebih disiplin dalam berlalu lintas, menaati rambu dan marka jalan, serta mengutamakan keselamatan saat berkendara. Keselamatan di jalan raya, menurut kepolisian, merupakan tanggung jawab bersama seluruh pengguna jalan.

“Keselamatan lalu lintas adalah tanggung jawab bersama. Satu kelalaian bisa berakibat hilangnya nyawa,” pungkas Charles.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow