Lirik Lagu Cublak Cublak Suweng Memiliki Makna Mendalam

Lirik Lagu Cublak Cublak Suweng Memiliki Makna Mendalam

Smallest Font
Largest Font

Lirik lagu Cublak Cublak Suweng merupakan salah satu kekayaan budaya Nusantara yang berasal dari provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur. Sebagai sebuah tembang dolanan, lagu ini tidak hanya berfungsi sebagai pengiring permainan tradisional anak-anak, tetapi juga menyimpan makna filosofis yang sangat dalam mengenai kehidupan manusia. Lagu ini diyakini diciptakan oleh Sunan Giri, salah satu dari sembilan wali (Wali Songo) yang menyebarkan agama Islam di tanah Jawa. Melalui media seni dan budaya, para wali berhasil menyampaikan pesan moral yang luhur kepada masyarakat luas tanpa terkesan menggurui.

Dalam konteks modern, memahami kembali lirik lagu Cublak Cublak Suweng sangat penting untuk melestarikan identitas nasional. Lagu ini menggunakan bahasa Jawa yang puitis dan penuh simbolisme. Seiring perkembangan zaman, banyak orang mulai melupakan esensi dari lagu ini dan hanya menganggapnya sebagai nyanyian anak-anak biasa. Padahal, jika kita membedah setiap baitnya, terdapat nasihat tentang cara mencari kebahagiaan sejati yang tidak semata-mata diukur dari materi atau harta duniawi.

Lirik Lagu Cublak Cublak Suweng
Anak-anak menyanyikan lirik lagu Cublak Cublak Suweng saat bermain permainan tradisional Jawa.

Mengenal Lirik Lagu Cublak Cublak Suweng Secara Utuh

Sebelum kita membahas lebih jauh tentang sejarah dan maknanya, berikut adalah lirik lagu Cublak Cublak Suweng yang asli dalam bahasa Jawa:

Cublak-cublak suweng
Suwenge teng gelenter
Mambu ketundhung gudèl
Tak gento lela-lelo
Sapa ngguyu ndhelikake
Sir-sir pong dele kopong
Sir-sir pong dele kopong

Lirik tersebut biasanya dinyanyikan berulang kali sambil melakukan permainan yang melibatkan perpindahan kerikil atau benda kecil di telapak tangan anak-anak yang sedang membungkuk. Keindahan dari tembang dolanan ini terletak pada ritme yang ceria namun memiliki aura spritual yang tenang. Pengulangan kalimat di akhir lagu memberikan penekanan pada inti pesan yang ingin disampaikan oleh sang pencipta.

Makna Filosofis di Balik Lirik Lagu Cublak Cublak Suweng

Sunan Giri menciptakan lagu ini dengan tujuan dakwah. Setiap frasa dalam lagu ini adalah perlambang dari hubungan manusia dengan Tuhan dan dunia. Mari kita bedah secara mendalam makna dari setiap barisnya:

1. Cublak-cublak Suweng dan Suwenge Teng Gelenter

Kata Cublak merujuk pada tempat atau wadah, sedangkan Suweng berarti perhiasan telinga atau anting perempuan. Secara metaforis, suweng melambangkan harta atau kekayaan duniawi. Kalimat Suwenge teng gelenter berarti perhiasan tersebut berserakan. Ini bermakna bahwa di dunia ini, harta dan kesenangan duniawi sudah tersedia sangat banyak bagi manusia yang mau mencarinya.

2. Mambu Ketundhung Gudel

Mambu artinya tercium baunya, ketundhung artinya tertuju pada, dan gudel adalah anak kerbau. Anak kerbau sering kali diibaratkan sebagai makhluk yang belum memiliki pengetahuan atau masih bodoh. Makna dari baris ini adalah peringatan bahwa orang-orang yang hanya mengejar harta duniawi tanpa landasan iman yang kuat akan terlihat seperti gudel yang haus akan nafsu namun tidak mengerti hakikat kehidupan yang sebenarnya.

Makna Filosofis Cublak Cublak Suweng
Filosofi dalam lirik lagu Cublak Cublak Suweng mengajarkan manusia untuk tidak tamak akan harta duniawi.

3. Pak Gento Lela-lelo dan Sapa Ngguyu Ndhelikake

Pak gento melambangkan orang tua atau orang yang berakal. Lela-lelo menggambarkan kondisi yang bimbang atau bergoyang. Sementara itu, Sapa ngguyu ndhelikake berarti siapa yang tertawa dialah yang menyembunyikan. Ini mengandung pesan bahwa hanya orang-orang yang bijaksana dan memiliki kontrol diri yang dapat menemukan kebahagiaan sejati (disimbolkan dengan menyembunyikan rahasia kebahagiaan tersebut).

4. Sir-sir Pong Dele Kopong

Kalimat penutup ini sering ditafsirkan sebagai simbol dari kekosongan hati manusia jika hanya mengejar dunia. Kopong berarti kosong. Tanpa rasa syukur dan kedekatan dengan Sang Pencipta, segala pencapaian materi hanya akan berakhir pada kehampaan hati yang dalam. Lirik lagu Cublak Cublak Suweng mengingatkan kita agar tidak berakhir dengan hati yang kopong.

Sejarah dan Peran Sunan Giri dalam Tembang Dolanan

Sunan Giri dikenal sebagai wali yang sangat peduli dengan pendidikan anak-anak. Beliau menyadari bahwa nilai-nilai tauhid dan moral akan lebih mudah diserap jika disampaikan melalui permainan. Inilah yang melatarbelakangi lahirnya berbagai tembang dolanan di tanah Jawa. Melalui lirik lagu Cublak Cublak Suweng, beliau ingin menanamkan bahwa kebahagiaan sejati bukan terletak pada seberapa banyak harta yang dikumpulkan, melainkan pada ketenangan batin.

Strategi dakwah ini sangat efektif karena anak-anak menyanyikannya dengan gembira tanpa menyadari bahwa mereka sedang mempelajari etika kehidupan. Berikut adalah beberapa nilai moral yang terdapat dalam lagu ini:

  • Kesederhanaan: Mengajarkan bahwa harta bukanlah segalanya.
  • Kejujuran: Terlihat dalam permainan menebak siapa yang memegang biji.
  • Kebersamaan: Mempererat ikatan sosial antar anak-anak.
  • Kecerdasan Emosional: Mengajarkan anak untuk tetap tenang meskipun dalam situasi kompetisi.
Sunan Giri dan Budaya Jawa
Sunan Giri menggunakan media lagu daerah untuk menyampaikan pesan-pesan moral kepada masyarakat.

Cara Memainkan Permainan Tradisional Cublak Cublak Suweng

Untuk memahami sepenuhnya nuansa lirik lagu Cublak Cublak Suweng, kita perlu mengetahui bagaimana cara memainkannya. Permainan ini biasanya melibatkan 4 sampai 7 orang anak. Berikut adalah langkah-langkahnya:

  1. Pilih satu orang untuk menjadi "Pak Empo" yang harus membungkuk menghadap lantai di tengah lingkaran.
  2. Pemain lain duduk melingkar dan meletakkan tangan mereka di atas punggung Pak Empo.
  3. Satu pemain membawa kerikil atau biji dan memindah-mindahkannya dari telapak tangan satu ke tangan lainnya sambil menyanyikan lirik lagu Cublak Cublak Suweng.
  4. Saat lagu sampai pada lirik Sapa ngguyu ndhelikake, pemegang biji terakhir harus segera menyembunyikan biji tersebut di genggamannya.
  5. Semua pemain seolah-olah menyembunyikan sesuatu dan Pak Empo harus menebak siapa yang memegang biji tersebut.
  6. Jika tebakan Pak Empo benar, maka orang yang memegang biji berganti posisi menjadi Pak Empo.

Permainan ini menunjukkan betapa kayanya budaya Jawa dalam mengintegrasikan aktivitas fisik, seni suara, dan pengasuhan karakter. Meskipun kini anak-anak lebih sering bermain gadget, upaya untuk mengenalkan kembali lirik lagu Cublak Cublak Suweng harus terus dilakukan di sekolah-sekolah maupun lingkungan rumah.

Kesimpulan Mengenai Urgensi Pelestarian Lagu Daerah

Secara keseluruhan, lirik lagu Cublak Cublak Suweng adalah mahakarya seni yang melampaui zamannya. Pesan tentang pengendalian nafsu dan pencarian kebahagiaan batin tetap relevan hingga hari ini, terutama di tengah gaya hidup materialistik modern. Dengan mempelajari dan menyanyikan kembali lagu ini, kita tidak hanya melestarikan warisan Sunan Giri, tetapi juga memperkuat fondasi moral generasi mendatang.

Melestarikan lagu daerah seperti Cublak Cublak Suweng adalah tanggung jawab bersama. Melalui pemahaman yang mendalam tentang makna filosofis yang terkandung di dalamnya, kita dapat mengambil hikmah untuk menjalani kehidupan yang lebih seimbang dan bermakna. Mari kita pastikan bahwa lirik indah ini tetap berkumandang di telinga anak cucu kita sebagai pengingat akan jati diri bangsa yang luhur.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow