Punya Skill Akademi Gandeng Industri, Perkuat SDM Indonesia di Pasar Global

Punya Skill Akademi Gandeng Industri, Perkuat SDM Indonesia di Pasar Global

Smallest Font
Largest Font

Persaingan di pasar kerja global semakin ketat, menuntut sumber daya manusia (SDM) yang kompeten. Punya Skill Akademi menjawab tantangan ini dengan menggandeng dunia industri untuk memperkuat kesiapan SDM Indonesia agar mampu bersaing di kancah internasional.

Upaya ini diwujudkan melalui penyelenggaraan Global Career Outlook 2026 di Merial Syariah Boutique Hotel, Bandung, Jawa Barat. Kegiatan ini menjadi wadah pertemuan berbagai pemangku kepentingan untuk berkolaborasi.

Forum Kolaborasi untuk SDM Unggul

Global Career Outlook 2026 mempertemukan berbagai pihak, termasuk pemerintah, akademisi, industri, perbankan, dan lembaga pelatihan. Lebih dari 100 peserta hadir, terdiri dari Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI), Lembaga Pelatihan Kerja (LPK), perbankan syariah, pelaku UMKM, wirausaha, serta alumni Punya Skill Akademi.

Forum ini menjadi ruang kolaborasi lintas sektor untuk menyiapkan SDM Indonesia yang siap bersaing di pasar kerja global.

Peluang Kerja Global yang Belum Terpenuhi

Chairman Punya Skill Akademi, Abdul Rozzak Junaidi, mengungkapkan besarnya peluang kerja global bagi tenaga kerja Indonesia. Namun, peluang ini belum sepenuhnya termanfaatkan karena tantangan kesiapan SDM.

“Permintaan tenaga kerja Indonesia di luar negeri sangat tinggi, tetapi banyak yang belum terpenuhi. Artinya, yang perlu diperkuat adalah kesiapan SDM sejak dari proses pendidikan hingga pelatihan—baik soft skill maupun hard skill—bukan hanya sekadar mengejar penempatan,” ujarnya.

Data BP2MI 2025 menunjukkan permintaan tenaga kerja Indonesia di luar negeri mencapai sekitar 1,6–1,7 juta job order, namun yang terpenuhi masih jauh di bawah angka tersebut.

Komitmen Punya Skill Akademi

Melalui Global Career Outlook 2026, Punya Skill Akademi menegaskan komitmennya untuk mendorong lahirnya SDM Indonesia yang siap, adaptif, dan berdaya saing global melalui kolaborasi lintas sektor.

Kebutuhan Industri di Masa Depan

Board of Direktur Dayalima Holding Company, Tony Hendra Gunawan, menyampaikan bahwa industri di masa depan membutuhkan tenaga kerja yang tidak hanya unggul secara teknis.

“Industri tahun 2026 membutuhkan tenaga kerja yang tidak hanya kuat di hard skill, tetapi juga unggul dalam soft skill, seperti kesiapan berbahasa Inggris, mental kerja, serta pemahaman budaya kerja global. Kolaborasi dengan Punya Skill Akademi menjadi kunci untuk menjawab kebutuhan tersebut,” jelasnya.

Penguatan Soft Skill Jadi Kunci

Kesiapan Bahasa Inggris dan Pemahaman Budaya Kerja

Kesiapan berbahasa Inggris, mental kerja, serta pemahaman budaya kerja global menjadi bagian penting dari soft skill yang harus dimiliki tenaga kerja Indonesia.

Kolaborasi dengan Punya Skill Akademi

Kolaborasi dengan Punya Skill Akademi menjadi kunci untuk menjawab kebutuhan industri akan tenaga kerja yang unggul dalam soft skill.

Kolaborasi Lintas Sektor untuk Kesiapan SDM

Koordinator Penyelenggara Pelatihan Vokasi dan Peningkatan Produktivitas BBPVP Bandung, Kementerian Ketenagakerjaan RI, Erga Grenaldi, menyampaikan pandangan serupa.

“Kolaborasi lintas sektor sangat penting untuk memastikan kesiapan tenaga kerja Indonesia agar mampu bersaing di pasar kerja global,” tegasnya.

MoU dengan PT Dayalima Abisatya

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Punya Skill Akademi secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan PT Dayalima Abisatya, perusahaan pengembangan dan penyaluran tenaga kerja yang telah berpengalaman lebih dari 27 tahun.

Fokus Kerja Sama

Kerja sama ini difokuskan pada penyelarasan program pelatihan dengan kebutuhan industri global, khususnya dalam penguatan soft skill, kesiapan bahasa Inggris, mental kerja, serta pemahaman etika dan budaya kerja internasional.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow