Ikama Kutuk Kekerasan Mengatasnamakan Madura, Dukung Tindakan Tegas Pemerintah
Ikatan Keluarga Madura (Ikama) mengecam keras tindakan kekerasan dan anarkisme yang mengatasnamakan komunitas Madura, menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak mencerminkan budaya masyarakat Madura. Organisasi ini mendukung langkah tegas pemerintah terhadap ormas yang terbukti melakukan aksi anarkis.
Kutukan terhadap Tindak Kekerasan
Ketua Umum DPP Ikama, H Rawi, menyatakan bahwa masyarakat Madura menjunjung tinggi nilai-nilai luhur yang berakar pada ajaran agama dan budaya, termasuk falsafah bapak, bebu, guru, ratong, serta prinsip hidup menghormati sesama.
Oleh karena itu, segala bentuk kekerasan, terutama terhadap kelompok rentan seperti perempuan lanjut usia, dianggap sebagai pelanggaran serius terhadap nilai-nilai tersebut.
"Kalau ada yang berbuat anarkis, apalagi kepada seorang nenek, itu bukan budaya Madura. Itu perbuatan oknum dan dikutuk oleh seluruh komunitas Madura," ujar Rawi saat menyampaikan pernyataan di Kantor DPP Ikama Bangkalan, Kamis (1/1/2026).
Dampak Negatif di Perantauan
Rawi mengungkapkan bahwa kejadian kekerasan tersebut berdampak luas hingga ke komunitas Madura di perantauan. Tokoh dan warga Madura di luar negeri, seperti di Jepang, Arab Saudi, Malaysia, dan Mesir, menyampaikan keprihatinan atas tercorengnya citra masyarakat Madura akibat ulah segelintir orang.
Apresiasi kepada Aparat Kepolisian
Ikama mengapresiasi langkah cepat aparat kepolisian, khususnya Polda Jawa Timur, dalam menindak para pelaku. Menurut Rawi, penegakan hukum yang tegas diperlukan untuk memberikan efek jera sekaligus mencegah provokasi lanjutan terhadap masyarakat.
Akar Masalah Anarkisme
Pengangguran dan Ketimpangan Ekonomi
Di sisi lain, Ikama menilai bahwa akar persoalan anarkisme tidak bisa dilepaskan dari masalah pengangguran dan ketimpangan ekonomi. Organisasi ini mengimbau anak muda Madura agar tidak mudah dipengaruhi pihak tertentu yang memanfaatkan kondisi ekonomi untuk menyeret mereka ke tindakan melanggar hukum.
Program Pemberdayaan Masyarakat
Pelatihan Kerja dan Koperasi Usaha Mandiri
Sebagai upaya pencegahan, Ikama menawarkan berbagai program pemberdayaan, mulai dari pelatihan kerja, koperasi usaha mandiri, hingga penyaluran tenaga kerja di sektor keamanan, UMKM, dan pelayaran. Ikama membuka ruang bagi generasi muda Madura untuk mendapatkan pekerjaan yang legal dan berkelanjutan.
Sikap terhadap Ormas yang Meresahkan
Dukungan Pembubaran Ormas Anarkis
Terkait maraknya ormas yang dinilai meresahkan, Rawi menyatakan dukungannya terhadap kebijakan kepala daerah untuk membubarkan organisasi yang terbukti melakukan kekerasan atau menciptakan kegaduhan di tengah masyarakat, meskipun telah memiliki legalitas formal.
"Kalau ormas itu melanggar hukum dan meresahkan masyarakat, harus dibubarkan. Tapi SDM-nya jangan dibuang, harus dibina agar bisa kembali produktif," tegasnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow