Pocong Gadungan Minta Uang di Lembang Resahkan Pengguna Jalan

Pocong Gadungan Minta Uang di Lembang Resahkan Pengguna Jalan

Smallest Font
Largest Font

Pengguna jalan di kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, resah dengan keberadaan orang berpakaian pocong atau pocong jadi-jadian yang meminta uang. Mereka kerap mengetuk kaca mobil dan mengejar jika tidak diberi uang, sehingga mengganggu lalu lintas.

Penertiban Pocong Gadungan di Lembang

Menindaklanjuti keluhan warga, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) turun tangan menertibkan dan memberikan pembinaan kepada para pocong jadi-jadian tersebut.

Dalam video yang beredar, seorang pria berkostum pocong mengakui bahwa mereka sempat ditertibkan.

Alasan Menjadi Pocong Jalanan

Ia mengungkapkan bahwa aksi turun ke jalan dilakukan karena tidak memiliki pekerjaan tetap selain menghibur masyarakat dengan mengenakan kostum pocong.

Mereka berharap perhatian Gubernur Jawa Barat agar diberikan solusi, sehingga tidak harus terus mencari nafkah di jalan.

"Kami mencari nafkah dengan menjadi pocong karena pekerjaan sudah tidak ada. Pak Dedi, tolong kebijaksanaannya. Bukan kami takut sama gubernur, tapi kami takut anak istri kami tidak makan," ujar salah satu pocong dalam video tersebut.

Pengakuan Pocong Bernama Firmansyah

Seorang pocong bernama Firmansyah membenarkan bahwa sejumlah rekannya sempat diamankan Satpol PP karena menghambat lalu lintas, terutama saat libur panjang.

Keberadaan mereka menjadi perhatian setelah aksinya diketahui Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Gubernur Sempat Memberi Uang

"Peristiwanya waktu ada gubernur di alun-alun. Ada dua orang pocong yang mengejar Pak KDM. Setelah diberi uang oleh Pak KDM, mereka kemudian pergi," lanjutnya, di Lembang, Senin (29/12).

Libur Panjang Jadi Momen Meraup Rezeki

Firmansyah mengakui bahwa libur panjang akhir tahun menjadi momen untuk mendapatkan pendapatan dari wisatawan.

Sediakan Kode QR untuk Sumbangan

Ia bahkan menyediakan kode QR bagi wisatawan yang ingin memberikan sumbangan tanpa uang tunai.

"Kalau hari biasa pendapatan sekitar Rp100 ribu, tapi saat libur Natal dan Tahun Baru bisa lebih, bahkan mencapai Rp200 ribu per hari," ucap Firmansyah.

Ia mengaku telah menjadi pocong jalanan selama tujuh tahun terakhir. Uang yang diperoleh digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Tidak Semua Pocong Memaksa

Terkait keluhan pengguna jalan soal oknum pocong yang memaksa meminta uang, Firmansyah menegaskan bahwa tidak semua pocong memiliki perilaku yang sama.

"Enggak semua seperti itu, setiap orang punya karakter. Penindakan Satpol PP ini justru supaya para pocong tertib, tidak memaksa, dan tidak mengganggu arus lalu lintas," tuturnya.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow