Bedah Konflik Papua: Buku Ungkap Janji Prabowo dan Akar Masalah
Buku "Prabowo dan Tantangan Penyelesaian Konflik Papua" hadir sebagai telaah kritis dan komprehensif mengenai persoalan Papua yang telah berlangsung lama, kini dalam konteks kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Buku ini menguji janji politik Prabowo sekaligus membedah akar konflik, kekerasan struktural, rasisme, dan warisan kebijakan pemerintahan sebelumnya yang dinilai belum menyentuh substansi persoalan di Papua Barat.
Apresiasi Pembaca dan Pengalaman Penulis
Penulis menyampaikan rasa syukur atas respons luas dan antusias pembaca terhadap buku yang pertama kali terbit pada 2024. Apresiasi, kritik, dan kesaksian pembaca, baik dari Papua maupun luar Papua, dipandang sebagai puncak pengabdian dalam menyuarakan keadilan dan hak-hak politik bangsa Papua yang selama ini tersisih.
Buku ini lahir dari pengalaman panjang penulis yang bergumul langsung dengan dinamika perjuangan Papua. Tujuannya adalah membuka kesadaran publik Indonesia terhadap realitas Papua yang kerap tertutup oleh narasi media arus utama.
Janji Prabowo dan Ujian Kepemimpinan
Bagian awal buku mencatat janji-janji Prabowo kepada rakyat Papua sekaligus menguji arah kepemimpinannya ke depan. Penulis menekankan bahwa stabilitas keamanan dan pembangunan infrastruktur tidak cukup jika akar konflik, seperti sejarah, politik, dan HAM, terus diabaikan. Prabowo dihadapkan pada pilihan sulit: pendekatan lama yang menitikberatkan keamanan, atau membuka ruang dialog politik yang bermartabat.
Menelusuri Sejarah dan Sengketa Pepera 1969
Buku ini menelusuri sejarah pemerintahan Papua Barat, menyoroti Pepera 1969 sebagai sumber sengketa legitimasi politik. Sejumlah bab mengulas dugaan pelanggaran prinsip demokrasi dalam pelaksanaan Pepera, termasuk intimidasi dan dominasi militer, serta upaya membawa isu tersebut ke Sidang Umum PBB. Narasi anak-cucu pelaku dan korban Pepera memperkaya sudut pandang "kebenaran" yang selama ini terpinggirkan.
Dampak Kontrol Militer dan Kekerasan
Papua digambarkan sebagai wilayah dengan kontrol militer yang kuat, yang berdampak pada siklus kekerasan berkepanjangan. Buku ini memotret wajah negara yang dinilai represif, bahkan menyasar institusi keagamaan.
Peran Gereja di Papua
Gereja, menurut penulis, bukan hanya saksi tetapi juga korban, sekaligus aktor moral yang konsisten menyerukan dialog antara pemerintah Indonesia dan ULMWP.
Dialog Pemerintah dan ULMWP
Penulis mendorong adanya dialog yang konstruktif antara pemerintah Indonesia dan ULMWP sebagai solusi untuk mencapai perdamaian yang berkelanjutan di Papua.
Evaluasi Kebijakan Masa Lalu
Buku ini juga melakukan evaluasi terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah sebelumnya yang dianggap belum mampu menyelesaikan akar masalah di Papua.
Kritik terhadap Kekerasan Struktural
Penulis mengkritik kekerasan struktural dan rasisme yang masih terjadi di Papua, serta dampaknya terhadap kehidupan masyarakat Papua.
Urgensi Pendekatan Humanis
Buku ini menekankan urgensi pendekatan humanis dalam penyelesaian konflik Papua, dengan menghormati hak asasi manusia dan martabat masyarakat Papua.
Membangun Kesadaran Publik
Penulis berharap buku ini dapat membuka kesadaran publik Indonesia terhadap realitas Papua yang sebenarnya, sehingga dapat mendorong perubahan positif dalam kebijakan pemerintah dan pandangan masyarakat terhadap Papua.
Masa Depan Papua di Tangan Prabowo
Buku ini pada akhirnya menempatkan harapan besar di pundak Prabowo Subianto untuk membawa perubahan positif bagi Papua, dengan catatan bahwa pendekatan yang digunakan haruslah berbeda dari sebelumnya dan lebih mengedepankan dialog serta penghormatan terhadap HAM.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow