Perluasan Vaksin Heksavalen Perkuat Imunisasi Nasional
Pemerintah terus memperkuat perlindungan kesehatan anak dengan memperluas penggunaan vaksin Heksavalen dalam Program Imunisasi Nasional. Langkah ini diambil untuk melindungi anak-anak dari berbagai penyakit menular berbahaya dan mewujudkan kekebalan kelompok di masyarakat.
Imunisasi Efektif Lindungi Anak dari Penyakit Berbahaya
Direktur Imunisasi Kementerian Kesehatan, Indri Yogyaswari, menjelaskan bahwa imunisasi berperan penting dalam membentuk antibodi pada tubuh anak. Antibodi ini melindungi mereka dari risiko sakit berat, kecacatan, hingga kematian.
Cakupan imunisasi yang tinggi dan merata juga melindungi kelompok rentan yang tidak dapat diimunisasi karena kondisi tertentu.
"Imunisasi bukan hanya melindungi anak yang menerima vaksin, tetapi juga masyarakat luas. Kekebalan kelompok hanya dapat terbentuk bila cakupan imunisasi tinggi dan merata," ujar Indri, Selasa (30/12), seperti dilansir dari laman resmi Kemenkes.
Cegah Penyakit dengan Imunisasi Lengkap
Imunisasi lengkap dan tepat waktu sangat penting untuk mencegah Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I). Anak-anak yang belum atau terlambat diimunisasi memiliki risiko lebih tinggi tertular penyakit dan memicu Kejadian Luar Biasa (KLB).
"Tidak ada kata terlambat untuk imunisasi. Anak yang terlewat jadwal tetap perlu mendapatkan imunisasi kejar agar kekebalan tubuhnya terbentuk dan risiko penularan penyakit dapat ditekan," tambahnya.
Vaksin Heksavalen: Perlindungan 6 Penyakit Sekaligus
Vaksin Heksavalen adalah vaksin kombinasi yang memberikan perlindungan terhadap enam penyakit sekaligus, yaitu difteri, pertussis, tetanus, hepatitis B, pneumonia dan meningitis akibat Haemophilus influenzae tipe b, serta polio. Vaksin ini menggantikan pemberian terpisah DPT-HB-Hib dan IPV.
Keuntungan Penggunaan Vaksin Kombinasi
Penggunaan vaksin kombinasi bertujuan untuk mengurangi jumlah suntikan yang diperlukan. Selain itu, juga menghemat waktu dan biaya kunjungan ke fasilitas kesehatan, serta mempercepat pembentukan kekebalan masyarakat.
"Dengan vaksin Heksavalen, suntikan ganda dapat dikurangi. Ini membuat pemberian imunisasi lebih nyaman bagi anak dan orang tua, sekaligus diharapkan dapat meningkatkan penerimaan masyarakat terhadap imunisasi," jelas Indri.
Keamanan Vaksin Heksavalen Terjamin
Komite Imunisasi Nasional telah menyetujui peralihan ke vaksin Heksavalen tanpa mengubah jadwal imunisasi rutin. Vaksin ini diberikan pada usia 2, 3, dan 4 bulan, serta tetap disertai vaksin polio oral (bOPV).
Evaluasi Keamanan yang Ketat
Ketua Komite Nasional PP KIPI, Prof. Dr. Hindra Irawan Satari, menegaskan bahwa vaksin Heksavalen telah melalui evaluasi keamanan yang ketat dan terdaftar di Badan POM. Surveilans Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) terus dilakukan secara berjenjang.
"Vaksin Heksavalen memiliki profil keamanan yang baik dan telah melalui uji klinis yang panjang. Sistem surveilans KIPI diharapkan berjalan aktif untuk memastikan setiap kejadian pasca imunisasi dapat ditangani secara cepat dan tepat," ujarnya.
Implementasi Vaksin Heksavalen Dimulai Bertahap
Implementasi awal imunisasi Heksavalen telah dimulai pada Oktober 2025 di sembilan provinsi, termasuk DI Yogyakarta, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan wilayah Papua. Pemerintah menargetkan perluasan secara nasional mulai tahun 2026.
Pemerintah mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk orang tua, tenaga kesehatan, tokoh masyarakat, dan pemerintah daerah, untuk bersama-sama memastikan setiap anak mendapatkan imunisasi lengkap sesuai jadwal. Imunisasi adalah investasi jangka panjang bagi masa depan anak-anak Indonesia.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow