Siklon Tropis Hayley Picu Cuaca Ekstrem di NTT, BMKG Beri Peringatan!
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Pemicunya adalah pengaruh Siklon Tropis Hayley yang saat ini berada di Samudra Hindia.
Siklon Hayley Bergerak Menjauhi NTT
Kepala Stasiun Meteorologi El Tari Kupang, Sti Nenotek, menjelaskan bahwa Siklon Tropis Hayley sebelumnya merupakan Bibit Siklon Tropis 96S yang terbentuk di barat daya NTT. Kini, siklon tersebut telah berkembang dan bergerak menjauhi wilayah NTT ke arah tenggara, menuju Australia.
“Siklon Tropis Hayley saat ini bergerak ke arah tenggara menjauhi wilayah NTT dan diperkirakan akan memasuki daratan Australia. Namun, dampaknya masih dirasakan di NTT berupa peningkatan potensi hujan dan angin kencang,” kata Sti Nenotek, Selasa (30/12).
Pemicu Cuaca Ekstrem di NTT
Sistem siklon ini memicu terbentuknya daerah belokan angin, pertemuan massa udara, serta perlambatan kecepatan angin di NTT. Kondisi atmosfer tersebut sangat mendukung terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, yang berpotensi disertai kilat, petir, dan angin kencang berdurasi singkat.
Wilayah yang Berpotensi Terdampak
BMKG mencatat, potensi cuaca ekstrem ini berlaku pada 29-31 Desember 2025 dan berpeluang terjadi di sejumlah kabupaten dan kota di NTT, meliputi:
- Kabupaten Kupang
- TTU
- TTS
- Manggarai Raya
- Flores
- Lembata
- Alor
- Wilayah Sumba
Imbauan Kewaspadaan dari BMKG
Sti Nenotek mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak yang mungkin timbul akibat cuaca ekstrem, seperti banjir, tanah longsor, pohon tumbang, dan gangguan transportasi. Terutama, bagi masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana hidrometeorologi.
“Masyarakat diharapkan terus memantau informasi cuaca resmi dari BMKG dan menghindari aktivitas di luar ruangan saat terjadi hujan lebat dan angin kencang,” ujarnya.
Potensi Angin Kencang Lokal
BMKG memastikan bahwa selama periode 29–31 Desember 2025, tidak terpantau adanya potensi angin kencang skala luas. Namun, kondisi angin kencang lokal masih mungkin terjadi seiring dengan pertumbuhan awan konvektif.
Antisipasi Dampak Buruk
Masyarakat NTT diimbau untuk mempersiapkan diri menghadapi potensi cuaca buruk dengan:
- Memantau perkembangan informasi cuaca terkini dari sumber-sumber terpercaya.
- Membersihkan saluran air dan lingkungan sekitar dari sampah yang dapat menyebabkan genangan air.
- Menyiapkan perlengkapan darurat seperti senter, baterai, makanan siap saji, dan obat-obatan.
- Menghindari bepergian saat terjadi hujan deras dan angin kencang.
Langkah Mitigasi Bencana
Pemerintah daerah dan instansi terkait diharapkan untuk mengambil langkah-langkah mitigasi bencana yang diperlukan, seperti:
- Menyiapkan tim reaksi cepat dan peralatan penanggulangan bencana.
- Menyediakan tempat pengungsian yang aman dan layak.
- Mensosialisasikan informasi mengenai potensi bencana dan cara-cara menghadapinya kepada masyarakat.
Peran Aktif Masyarakat
Partisipasi aktif masyarakat sangat penting dalam upaya mengurangi risiko bencana. Dengan meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan, diharapkan dampak buruk dari cuaca ekstrem dapat diminimalkan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow