Sholat Ashar: Niat, Tata Cara, Waktu, dan Keutamaannya
Sholat Ashar merupakan ibadah wajib bagi setiap Muslim yang telah baligh dan berakal, terdiri dari empat rakaat yang dilaksanakan pada waktu sore. Menjaga sholat Ashar memiliki kedudukan istimewa dalam Islam, dengan peringatan khusus dari Rasulullah SAW agar umatnya tidak meninggalkannya.
Waktu Pelaksanaan Sholat Ashar
Secara bahasa, Ashar berarti waktu sore. Waktu sholat Ashar dimulai ketika bayangan suatu benda sama panjang dengan benda aslinya setelah habisnya waktu Zuhur, dan berakhir saat matahari terbenam atau masuknya waktu Maghrib.
Para ulama sepakat bahwa menyegerakan sholat Ashar di awal waktu sangat dianjurkan. Allah SWT memerintahkan hamba-Nya untuk memelihara sholat, terutama sholat wustha, yang menurut mayoritas ulama tafsir adalah sholat Ashar. Hal ini tercantum dalam Surat Al-Baqarah ayat 238:
Artinya: "Peliharalah semua sholat(mu), dan (peliharalah) sholat wustha. Berdirilah untuk Allah (dalam sholatmu) dengan khusyuk." (QS. Al-Baqarah: 238).
Niat Sholat Ashar
Niat adalah rukun pertama sholat yang ada di dalam hati, tetapi melafalkannya dianggap sunnah oleh sebagian ulama untuk membantu kekhusyukan. Berikut bacaan niat sholat Ashar untuk berbagai kondisi:
Niat Sholat Ashar Sendiri
Latin: Ushalli fardhal 'ashri arba'a raka'aatin mustaqbilal qiblati adaa-an lillaahi ta'aala.
Artinya: "Aku berniat sholat fardhu Ashar empat rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta'ala.".
Niat Sholat Ashar Sebagai Imam
Latin: Ushalli fardhal 'ashri arba'a raka'aatin mustaqbilal qiblati adaa-an imaaman lillaahi ta'aala.
Artinya: "Aku berniat sholat fardhu Ashar empat rakaat menghadap kiblat sebagai imam karena Allah Ta'ala.".
Niat Sholat Ashar Sebagai Makmum
Latin: Ushalli fardhal 'ashri arba'a raka'aatin mustaqbilal qiblati adaa-an ma'muuman lillaahi ta'aala.
Artinya: "Aku berniat sholat fardhu Ashar empat rakaat menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah Ta'ala.".
Tata Cara Sholat Ashar
Sholat Ashar terdiri dari 4 rakaat dengan dua kali tasyahud (awal dan akhir). Bacaan pada sholat Ashar dibaca secara *sirr* (lirih/pelan), baik saat sholat sendiri maupun berjamaah. Berikut urutan tata caranya:
Rakaat Pertama
- Takbiratul Ihram: Mengangkat kedua tangan sejajar telinga sambil mengucapkan "Allahu Akbar" disertai niat dalam hati.
- Membaca Doa Iftitah: Sunnah dibaca setelah takbiratul ihram.
- Membaca Surat Al-Fatihah: Ini adalah rukun sholat.
- Membaca Surat Pendek: Membaca ayat atau surat dari Al-Qur'an.
- Ruku': Membungkukkan badan hingga punggung rata, tangan memegang lutut, sambil membaca tasbih ruku'.
- I'tidal: Bangun dari ruku' (berdiri tegak) sambil membaca doa i'tidal.
- Sujud Pertama: Meletakkan dahi, hidung, kedua telapak tangan, lutut, dan ujung jari kaki ke lantai.
- Duduk di Antara Dua Sujud: Duduk *iftirasy* sambil membaca doa *robbighfirli*.
- Sujud Kedua: Sama seperti sujud pertama.
- Berdiri Kembali: Bangun untuk melanjutkan rakaat kedua.
Rakaat Kedua
Lakukan gerakan dan bacaan sama seperti rakaat pertama (Al-Fatihah dan Surat Pendek). Setelah sujud kedua pada rakaat kedua, jangan langsung berdiri, melainkan duduk untuk melakukan Tasyahud Awal. Setelah membaca bacaan tasyahud awal, berdirilah untuk rakaat ketiga.
Rakaat Ketiga dan Keempat
Pada rakaat ketiga dan keempat, imam atau orang yang sholat sendiri hanya diwajibkan membaca Surat Al-Fatihah saja tanpa perlu membaca surat pendek setelahnya. Gerakan lainnya (ruku', i'tidal, sujud) tetap sama.
Tahiyat Akhir dan Salam
Setelah sujud kedua pada rakaat keempat, lakukan duduk *tawarruk* (duduk tahiyat akhir). Bacalah bacaan tasyahud akhir lengkap dengan *sholawat* Nabi. Akhiri sholat dengan mengucapkan Salam (menoleh ke kanan dan ke kiri).
Keutamaan Sholat Ashar
Sholat Ashar memiliki bobot yang sangat berat dalam timbangan amal. Berikut beberapa keutamaan menjaga sholat Ashar berdasarkan hadis Nabi SAW:
- Menjadi Sebab Masuk Surga: Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang mengerjakan sholat *bardain* (yaitu sholat Subuh dan Ashar), maka dia akan masuk surga." (HR. Bukhari dan Muslim).
- Malaikat Berkumpul di Waktu Ashar: Waktu Ashar adalah momen pergantian malaikat penjaga siang dan malam. Mereka akan melaporkan amal hamba-Nya kepada Allah SWT.
- Peringatan Keras Meninggalkannya: Meninggalkan sholat Ashar memiliki konsekuensi yang sangat fatal. Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa meninggalkan sholat Ashar, maka terhapuslah amalannya." (HR. Bukhari).
Dengan memahami betapa pentingnya sholat Ashar, sudah sepatutnya kita senantiasa menjaga pelaksanaannya tepat waktu dan berjamaah jika memungkinkan. Semoga panduan ini bermanfaat bagi Anda dalam menyempurnakan ibadah sehari-hari.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow