Podes 2025: Industri Dominasi Mata Pencaharian di Mojokerto

Podes 2025: Industri Dominasi Mata Pencaharian di Mojokerto

Smallest Font
Largest Font

Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Mojokerto merilis hasil Pemutakhiran Data Perkembangan Desa (Podes) 2025 yang menunjukkan bahwa sektor industri menjadi sumber mata pencaharian utama bagi masyarakat desa dan kelurahan di wilayah tersebut. Data ini sekaligus memperkuat karakter Mojokerto sebagai kawasan penyangga industri.

Dominasi Sektor Industri di Mojokerto

Dari total 304 desa dan kelurahan di Kabupaten Mojokerto, sebanyak 146 di antaranya mencatat bahwa mayoritas penduduknya bekerja di sektor industri. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya sektor ini sebagai penyedia lapangan kerja, terutama di wilayah yang berdekatan dengan kawasan industri.

Kepala BPS Kabupaten Mojokerto, Dwi Yuhenny, menjelaskan bahwa dominasi sektor industri ini mencerminkan kuatnya karakter wilayah sebagai kawasan penyangga industri dan sumber lapangan kerja utama bagi masyarakat desa dan kelurahan.

"Dominasi sektor industri ini menunjukkan bahwa Kabupaten Mojokerto memiliki karakter wilayah yang kuat sebagai kawasan penyangga industri, sekaligus menjadi sumber lapangan kerja utama bagi masyarakat desa dan kelurahan," ujar Dwi Yuhenny, Selasa (30/12/2025).

Peran Penting Sektor Pertanian

Meskipun industri mendominasi, Podes 2025 juga mencatat bahwa sektor pertanian masih memegang peranan penting dalam menopang perekonomian desa. Sebanyak 141 desa dan kelurahan memiliki mayoritas penduduk yang menggantungkan mata pencaharian pada sektor ini.

Sektor Jasa yang Terbatas

Berbeda dengan industri dan pertanian, sektor jasa masih relatif terbatas di Kabupaten Mojokerto. Data BPS menunjukkan bahwa hanya 17 desa dan kelurahan yang mayoritas penduduknya bekerja di sektor ini.

Transformasi Struktur Ekonomi Desa

Dwi Yuhenny menjelaskan bahwa komposisi mata pencaharian ini mencerminkan terjadinya transformasi struktur ekonomi di wilayah pedesaan Kabupaten Mojokerto. Desa-desa di sekitar kawasan industri cenderung mengalami pergeseran mata pencaharian dari sektor primer ke sektor sekunder.

"Komposisi tersebut mencerminkan terjadinya transformasi struktur ekonomi di wilayah pedesaan Kabupaten Mojokerto. Desa-desa yang berada di sekitar kawasan industri cenderung mengalami pergeseran mata pencaharian dari sektor primer ke sektor sekunder," jelas Dwi Yuhenny, Selasa (30/12/2025).

Pelaksanaan Podes 2025

BPS Kabupaten Mojokerto melaksanakan Podes 2025 secara sensus pada Juni 2025. Pendataan dilakukan di 299 desa dan lima kelurahan, dan seluruhnya berhasil didata.

Potensi Ekonomi Desa

Selain struktur mata pencaharian, Podes 2025 juga mencatat potensi ekonomi desa. Sebanyak 183 desa dan kelurahan memiliki produk barang unggulan yang dinilai berpotensi dikembangkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Akses Pembiayaan

Akses pembiayaan juga menjadi perhatian dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. Hasil Podes 2025 menunjukkan bahwa 279 desa dan kelurahan memiliki warga penerima Kredit Usaha Rakyat (KUR). Selain KUR, masyarakat juga memanfaatkan berbagai skema pembiayaan lain seperti Kredit Usaha Bersama (KUBE), Kredit Usaha Kecil (KUK), hingga Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KPP-E).

Rujukan Kebijakan Pembangunan

Data Podes 2025 ini diharapkan menjadi rujukan strategis bagi pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan pembangunan berbasis kewilayahan. Tujuannya adalah agar pengembangan sektor industri, pertanian, maupun jasa dapat berjalan seimbang dan berkelanjutan.

"Data Podes 2025 ini menjadi rujukan strategis bagi pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan pembangunan berbasis kewilayahan, agar pengembangan sektor industri, pertanian, maupun jasa dapat berjalan seimbang dan berkelanjutan," pungkasnya, Selasa (30/12/2025).

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow