Awas Salah! Ini Penulisan 'Aamiin' yang Benar Sesuai Kaidah Bahasa Arab

Awas Salah! Ini Penulisan 'Aamiin' yang Benar Sesuai Kaidah Bahasa Arab

Smallest Font
Largest Font

Dalam ibadah sehari-hari, umat Muslim mengakhiri doa dengan kata "Aamiin". Namun, penulisan kata ini dalam bentuk teks seringkali bervariasi. Lantas, bagaimana penulisan 'Aamiin' yang benar dan sesuai dengan kaidah bahasa Arab? Artikel ini akan membahasnya secara tuntas.

Mengapa Penulisan 'Aamiin' Penting?

Ketepatan penulisan dan pengucapan 'Aamiin' sangat penting. Dalam bahasa Arab, perbedaan panjang pendek harakat (bacaan) dapat mengubah makna secara drastis. Kesalahan umum adalah meremehkan transliterasi dari bahasa Arab ke bahasa Indonesia, padahal perbedaan satu huruf vokal saja bisa mengubah arti kata.

Variasi Penulisan 'Aamiin' dan Maknanya

Berikut adalah beberapa variasi penulisan 'Aamiin' yang sering ditemui beserta maknanya dalam bahasa Arab:

1. "Amin" (أَمِنَ)

Jika ditulis pendek semua, yakni "Amin", dalam bahasa Arab kata ini (أَمِنَ) memiliki arti aman atau tentram. Kata ini tidak tepat digunakan untuk menutup doa karena tidak mengandung unsur permohonan.

2. "Aamin" (آَمِن)

Variasi kedua adalah "Aamin" dengan huruf 'A' panjang dan 'min' pendek. Dalam bahasa Arab (آَمِن), kata ini memiliki arti meminta perlindungan atau keamanan. Meskipun maknanya positif, ini bukan kata baku yang digunakan sebagai penutup doa.

3. "Amiin" (أَمِيْن)

Variasi ketiga adalah "Amiin" dengan 'A' pendek dan 'miin' panjang. Kata ini (أَمِيْن) berarti jujur atau terpercaya. Istilah ini sangat lekat dengan gelar Nabi Muhammad SAW, yakni Al-Amiin (Orang yang Terpercaya). Menggunakan kata ini di akhir doa tentu tidak menyambung secara konteks.

Penulisan 'Aamiin' yang Benar

Inilah tulisan 'Aamiin' yang benar untuk menutup doa, yaitu dengan memanjangkan huruf 'A' dan huruf 'i' pada kata 'miin'. Dalam bahasa Arab (آَمِيْن), kata ini adalah isim fiil yang berarti "Kabulkanlah doa kami" atau "Ya Allah, kabulkanlah permohonan kami".

Untuk menghindari kerancuan transliterasi, kita perlu merujuk pada tulisan aslinya dalam bahasa Arab. Berikut adalah penulisan lafaz Aamiin yang tepat digunakan setelah membaca Surat Al-Fatihah atau setelah berdoa:

آَمِيْن

Kata ini dibaca dengan Mad (panjang) pada huruf Alif (Hamzah) di awal, dan Mad pada huruf Ya sebelum Nun di akhir. Oleh karena itu, transliterasi yang paling mendekati bunyi aslinya dalam bahasa Indonesia adalah Aamiin.

Keutamaan Mengucapkan 'Aamiin' dalam Salat

Pengucapan kata 'Aamiin' memiliki kedudukan yang istimewa dalam ibadah salat, khususnya setelah imam atau seseorang selesai membaca Surat Al-Fatihah. Rasulullah SAW sangat menganjurkan makmum untuk mengucapkan Aamiin berbarengan dengan imam.

Hadis tentang Keutamaan Mengucapkan 'Aamiin'

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:

"Apabila imam mengucapkan 'Ghairil maghdhubi alaihim waladh-dhallin', maka ucapkanlah 'Aamiin'. Karena sesungguhnya siapa yang ucapan Aamiin-nya bersamaan dengan ucapan Aamiin para malaikat, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari dan Muslim).

Hadis ini menegaskan bahwa kata Aamiin bukan sekadar pelengkap, melainkan kunci pembuka pintu langit agar doa yang terdapat dalam Surat Al-Fatihah—yang berisi permohonan petunjuk ke jalan yang lurus—dikabulkan oleh Allah SWT.

Kesimpulan

Bahasa Arab adalah bahasa yang sangat presisi di mana panjang pendek bunyi menentukan arti. Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa tulisan amin yang benar untuk tujuan mengaminkan doa adalah Aamiin (dengan dua huruf vokal ganda).

Sementara itu:

  • Amin berarti Aman.
  • Aamin berarti Meminta Perlindungan.
  • Amiin berarti Jujur/Terpercaya.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow