Hasto Kristiyanto: Agama, Pendidikan, dan Jejak Karier Sang Sekjen PDIP
Hasto Kristiyanto, Sekretaris Jenderal PDIP, adalah figur sentral dalam politik Indonesia. Kiprahnya diwarnai perjalanan panjang dari aktivis hingga menjadi orang kepercayaan Megawati Soekarnoputri, membuatnya menarik perhatian publik mengenai latar belakang pribadi dan kariernya.
Latar Belakang dan Agama Hasto Kristiyanto
Hasto Kristiyanto lahir di Yogyakarta pada 7 Juli 1966. Ia tumbuh dalam lingkungan yang menjunjung tinggi nilai budaya Jawa dan keberagaman. Agama Hasto Kristiyanto adalah Katolik, yang tercermin dalam prinsip moralitas politiknya, mengedepankan etika, kejujuran, dan keberpihakan pada masyarakat kecil.
Menjunjung Tinggi Toleransi
Hasto dikenal sebagai politisi yang menjunjung tinggi toleransi dan kebinekaan, selaras dengan ideologi Pancasila. Ia sering menghadiri acara keagamaan lintas iman, menekankan bahwa agama harus menjadi inspirasi kemajuan bangsa, bukan alat pemecah belah.
Pendidikan dan Karier Akademis
Sebelum terjun ke politik, Hasto memiliki latar belakang akademis yang kuat. Ia adalah lulusan Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, jurusan Teknik Kimia.
Aktivis Sejak Mahasiswa
Semasa kuliah, Hasto aktif dalam organisasi kemahasiswaan, mengasah jiwa kepemimpinan dan pola pikir kritis terhadap situasi sosial-politik era Orde Baru.
Gelar Magister dan Doktor
Hasto melanjutkan pendidikan di Prasetya Mulya Business School untuk meraih gelar Magister Manajemen. Ia juga meraih gelar Doktor Ilmu Pertahanan dari Universitas Pertahanan (Unhan) dengan predikat Summa Cum Laude. Disertasinya membahas pemikiran geopolitik Soekarno, menunjukkan pemahamannya tentang sejarah dan strategi pertahanan negara.
Perjalanan Karier Politik
Karier politik Hasto Kristiyanto dibangun dari bawah sebagai kader yang loyal. Berikut adalah beberapa tonggak penting dalam perjalanannya:
Anggota DPR RI (2004-2009)
Hasto pernah menjadi anggota DPR RI, menyuarakan isu-isu kerakyatan dan kebijakan energi.
Wakil Sekretaris Jenderal
Sebelum menjadi Sekjen, ia menjabat sebagai Wakil Sekjen, mengelola administrasi dan strategi internal partai.
Sekretaris Jenderal (Sekjen)
Penunjukan Hasto sebagai Sekjen PDIP menunjukkan kepercayaan Megawati Soekarnoputri. Ia menjadi Sekjen PDIP pertama yang dipilih kembali untuk masa jabatan kedua berturut-turut.
Politik sebagai Pengabdian
Hasto sering mengaitkan politik dengan nilai-nilai spiritualitas. Baginya, politik adalah jalan pengabdian, di mana nilai-nilai agama harus diwujudkan dalam tindakan nyata untuk menyejahterakan rakyat.
Nasionalisme dan Agama
Pemikiran Hasto dipengaruhi oleh ajaran Bung Karno tentang Ketuhanan Yang Maha Esa yang berkebudayaan. Ia berpendapat bahwa nasionalisme dan agama di Indonesia saling menguatkan dalam bingkai NKRI.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow