Antisipasi Libur Nataru, DLH Bandung Siapkan Strategi Hadapi Lonjakan Sampah
- Antisipasi Kenaikan Volume Sampah Saat Nataru
- Pengangkutan dan Pengolahan Sampah Ditingkatkan
- Fokus Kebersihan di Destinasi Wisata
- Potensi Krisis Sampah Januari 2026
- Menunggu Persetujuan Anggaran Tambahan
- Waktu Terbatas untuk Penanganan
- Dampak Peningkatan Volume Sampah
- Upaya Pengurangan Sampah dari Sumber
- Peran Serta Masyarakat
Pemerintah Kota Bandung dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung bersiap menghadapi potensi peningkatan volume sampah selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. DLH tengah menyusun strategi khusus untuk mengantisipasi lonjakan tersebut agar sampah tidak menumpuk di berbagai titik.
Antisipasi Kenaikan Volume Sampah Saat Nataru
Volume sampah harian di Kota Bandung normalnya mencapai 1.500 ton. Namun, selama libur Nataru diperkirakan akan meningkat seiring dengan ramainya wisatawan di tempat wisata dan pusat kuliner.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung, Darto, menyatakan bahwa peningkatan volume sampah memang menjadi tren setiap momentum Nataru. Tahun ini, kenaikan diperkirakan mencapai sekitar 30%.
"Kalau di Tahun Baru nanti, volume sampah diperkirakan bisa mencapai 1.800 ton per hari. Karena itu, pengolahan sampah juga kita tingkatkan,” terangnya.
Pengangkutan dan Pengolahan Sampah Ditingkatkan
Darto menambahkan bahwa pengangkutan sampah ke TPA Sarimukti saat ini masih dalam kondisi aman. DLH juga telah meningkatkan kapasitas pengolahan sampah hingga 325 ton per hari. Sisa sampah yang belum diolah akan dibuang ke TPA sesuai dengan kuota yang telah ditentukan.
Fokus Kebersihan di Destinasi Wisata
DLH Kota Bandung berupaya memastikan seluruh titik di Kota Bandung, terutama area sekitar destinasi wisata, terbebas dari sampah selama periode Nataru. Tujuannya adalah untuk menjaga kenyamanan wisatawan yang berkunjung ke Kota Bandung.
“Kami berusaha agar warga dan wisatawan nyaman selama berlibur di Kota Bandung,” tuturnya.
Potensi Krisis Sampah Januari 2026
Sebelumnya, Pemkot Bandung telah menyiapkan anggaran tambahan sebesar Rp90 miliar untuk mengantisipasi potensi krisis sampah yang diperkirakan akan terjadi pada Januari 2026. Krisis ini dipicu oleh prediksi peningkatan volume sampah hingga dua kali lipat setelah periode Nataru.
Menunggu Persetujuan Anggaran Tambahan
Pemkot Bandung saat ini tengah menunggu persetujuan dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, terkait pergeseran anggaran untuk penanganan sampah.
“Tanpa persetujuan tambahan anggaran tersebut, maka Kota Bandung berpotensi mengalami krisis sampah mulai pertengahan Januari 2026. Pada 12 Januari kita mulai menghadapi krisis sampah. Kalau dibiarkan, April bisa menjadi bencana sampah,” ungkap Wali Kota Bandung Muhammad Farhan.
Waktu Terbatas untuk Penanganan
Wali Kota menambahkan bahwa Pemkot Bandung memiliki waktu sekitar 10 hari hingga dua minggu untuk memastikan langkah-langkah penanganan sampah dilakukan secara bertahap dan terukur. Pemkot Bandung berharap Gubernur Dedi Mulyadi segera menyetujui penambahan anggaran untuk mengatasi permasalahan sampah di Kota Bandung.
Pentingnya Persetujuan Anggaran
Persetujuan anggaran dari Gubernur Jawa Barat sangat krusial untuk memastikan penanganan sampah di Kota Bandung dapat berjalan optimal dan mencegah terjadinya krisis sampah yang lebih besar.
Ancaman Bencana Sampah
Jika penanganan sampah tidak dilakukan dengan baik, Kota Bandung berpotensi mengalami bencana sampah pada bulan April 2026. Hal ini tentu akan berdampak buruk bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Harapan Pemkot Bandung
Pemkot Bandung sangat berharap agar Gubernur Jawa Barat dapat segera memberikan persetujuan terkait penambahan anggaran untuk penanganan sampah, demi menjaga kebersihan dan kenyamanan Kota Bandung.
Dampak Peningkatan Volume Sampah
Peningkatan volume sampah selama libur Nataru dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, seperti:
- Pencemaran lingkungan
- Penyebaran penyakit
- Gangguan estetika kota
- Potensi banjir akibat saluran air tersumbat
Upaya Pengurangan Sampah dari Sumber
Selain fokus pada pengangkutan dan pengolahan sampah, DLH Kota Bandung juga terus berupaya untuk mengurangi volume sampah dari sumbernya melalui berbagai program, seperti:
- Edukasi masyarakat tentang pengelolaan sampah yang baik
- Peningkatan partisipasi masyarakat dalam program daur ulang
- Pembatasan penggunaan kantong plastik
Peran Serta Masyarakat
Keberhasilan penanganan sampah di Kota Bandung tidak hanya bergantung pada upaya pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran serta aktif dari seluruh masyarakat. Dengan bersama-sama menjaga kebersihan dan mengelola sampah dengan baik, Kota Bandung dapat terhindar dari masalah sampah yang serius.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow