UM Resmikan Gedung Baru TK Laboratorium, Fokus pada Gizi dan Karakter Anak

UM Resmikan Gedung Baru TK Laboratorium, Fokus pada Gizi dan Karakter Anak

Smallest Font
Largest Font

Universitas Negeri Malang (UM) meresmikan gedung baru untuk TK Laboratorium UM di Kota Malang dan Kota Blitar pada Senin (29/12/2025). Peresmian ini menjadi momentum penting bagi UM sebagai Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) dalam pengembangan pendidikan anak usia dini.

Fokus UM: Gizi dan Karakter Anak di Era Modern

Rektor UM, Prof. Dr. Hariyono, M.Pd., menegaskan bahwa TK Laboratorium bukan sekadar fasilitas pelengkap, melainkan laboratorium nyata bagi pengembangan ilmu pendidikan anak usia dini. Ia menyoroti isu krusial terkait perubahan pola konsumsi dan pembentukan karakter dasar anak di era modern.

Prof. Hariyono menyampaikan kekhawatiran mendalam mengenai pola makan anak-anak saat ini. Menurutnya, masa transisi di tingkat TK dan SD adalah fase paling rentan di mana kebiasaan buruk mulai terbentuk.

"Perubahan kebiasaan pola makan anak-anak itu justru rentannya di level TK dan SD. Jika di level ini anak-anak sudah dibiasakan dengan makanan yang tidak sehat, itu sama saja kita membiarkan lidah anak-anak kita dimanipulasi dan dijajah oleh zat-zat yang tidak sehat, hanya demi rasa yang enak sesaat," ujar Prof. Hariyono, Senin (29/12/2025).

Intervensi Guru dalam Memantau Bekal Makanan Siswa

Prof. Hariyono meminta para guru di TK Laboratorium UM untuk melakukan intervensi aktif. Guru tidak hanya bertugas mengajar di dalam kelas, tetapi juga memiliki wewenang untuk memantau bekal makanan siswa.

Rektor UM mengimbau agar guru berani memberikan edukasi kepada orang tua jika ditemukan siswa membawa makanan yang tidak bernutrisi. Langkah ini dinilai vital karena kualitas asupan gizi akan berdampak langsung pada tumbuh kembang fisik dan kognitif anak di masa depan.

Pendidikan Karakter: Tanggung Jawab dan Empati

Selain isu kesehatan, Prof. Hariyono juga menekankan pentingnya pendidikan karakter yang berbasis pada tanggung jawab dan empati. Fasilitas gedung yang megah, menurutnya, tidak akan berarti tanpa didukung oleh layanan pendidikan yang membangun mentalitas siswa.

Salah satu contoh sederhana namun bermakna yang ia soroti adalah kewajiban siswa untuk bertanggung jawab atas barang-barang pribadinya.

"Anak-anak TK sejak awal harus sudah diajari bertanggung jawab, misalnya membersihkan bekal masing-masing. Jangan sampai ketika anak membawa bekal dari rumah, yang mencuci piring atau tempat makannya justru orang lain. Ini adalah cara membentuk karakter agar anak-anak sejak dini punya empati dan kemandirian," tambahnya, Senin (29/12/2025).

Transformasi Aset UM: Dari Asrama Mahasiswa Menjadi TK Representatif

Peresmian gedung baru ini juga menandai transformasi aset UM. Prof. Hariyono menjelaskan sejarah panjang lokasi yang kini digunakan. Gedung lama yang berada di sebelah gedung baru, ternyata memiliki sejarah sebagai asrama mahasiswa pada era tahun 1960-an hingga awal 1980-an.

"Gedung di sebelah kita yang selama ini digunakan, sejak awal sebenarnya tidak diprioritaskan untuk sekolah, melainkan asrama. Baru setelah asrama pindah ke Jalan Veteran, gedung kosong itu digunakan untuk TK. Karena itu, kondisinya sudah kurang layak. Gedung baru yang kita resmikan hari ini benar-benar didesain sebagai tempat bermain dan belajar yang representatif," ujar Prof. Hariyono, Senin (29/12/2025).

Rencana Renovasi Gedung Lama untuk SD Laboratorium UM

Terkait nasib gedung lama, UM berencana melakukan renovasi total. Rencananya, gedung tersebut akan dialihfungsikan untuk menampung sebagian kelas dari SD Laboratorium UM yang selama ini berlokasi di Jalan Bogor. Hal serupa juga diterapkan pada aset di Blitar, di mana renovasi dilakukan untuk memastikan standar layanan pendidikan yang setara.

Fasilitas Gedung Baru TK Laboratorium UM

Wakil Rektor II Bidang Perencanaan, Sumber Daya, dan Usaha, Prof. Dr. Puji Handayati, S.E., Ak, M.M., CA., CMA., memaparkan detail teknis dan urgensi pembangunan fasilitas ini. Ia menjelaskan bahwa UM memiliki sembilan laboratorium pembelajaran, dan TK Laboratorium adalah salah satu ujung tombak strategis.

Gedung baru TK Laboratorium UM yang berdiri di atas lahan seluas 458 meter persegi ini dilengkapi dengan fasilitas yang sangat memadai untuk mendukung konsep daycare (penitipan anak) dan pembelajaran terpadu.

"Fasilitas ini adalah pelengkap dari ruang kelas yang sudah ada. Di gedung baru ini terdapat satu ruang kantor, satu ruang massage atau UKS, enam kamar tidur, satu ruang bermain, aula, janitor, enam kamar mandi, serta dapur. Ini dirancang karena tingginya permintaan layanan daycare dari orang tua yang berkarier," ungkap Prof. Puji, Senin (29/12/2025).

Keberadaan enam kamar tidur dan ruang bermain yang luas menunjukkan respons UM terhadap kebutuhan masyarakat urban, di mana orang tua membutuhkan tempat yang aman dan edukatif untuk menitipkan buah hati mereka selama jam kerja.

Rencana Pembangunan Infrastruktur UM Tahun 2026

Dalam kesempatan yang sama, Prof. Puji Handayati juga memberikan bocoran mengenai rencana pembangunan infrastruktur besar-besaran yang akan dilakukan UM pada tahun 2026. Langkah ini diambil untuk menunjang visi UM sebagai perguruan tinggi kelas dunia.

Proyek Strategis yang Akan Digeber UM

Beberapa proyek strategis yang siap digeber antara lain:

  1. Gedung Kuliah Bersama (GKB) 3, gedung ini akan dibangun setinggi 11 lantai di lokasi yang sebelumnya merupakan Sasana Budaya (yang kini telah dibongkar/kosong). Nilai proyek ini mencapai angka fantastis, yakni Rp170 miliar.
  2. Gedung badan diklat, berlokasi di sebelah SMA Negeri 8 Malang, gedung ini direncanakan memiliki 9 lantai.
  3. Pengembangan sekolah laboratorium di Blitar, UM akan membangun gedung SD empat lantai di Blitar.
  4. Renovasi SD laboratorium di Malang. UM mengalokasikan dana sekitar Rp5 miliar untuk renovasi lanjutan, yang kemungkinan akan memanfaatkan struktur gedung lama eks asrama setelah dikaji kelayakannya.

"Ketika pagu anggaran keseluruhan sudah final, fokus berikutnya adalah pengembangan SD. Untuk renovasi dan relokasi sebagian SD Lab dari Jalan Bogor, tim pengelola sedang melakukan kajian. Jika memungkinkan, eksekusi akan dilakukan tahun depan," pungkas Prof. Puji, Senin (29/12/2025).

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow