Nama Bapak Prabowo Subianto dan Jejak Sejarah Sang Begawan

Nama Bapak Prabowo Subianto dan Jejak Sejarah Sang Begawan

Smallest Font
Largest Font

Banyak masyarakat Indonesia yang ingin mengetahui lebih dalam mengenai latar belakang keluarga dari tokoh nasional Prabowo Subianto, terutama mengenai siapa sebenarnya nama bapak prabowo. Sosok ayah merupakan pilar penting yang membentuk karakter dan visi politik seorang pemimpin. Dalam sejarah Indonesia, ayah dari Prabowo Subianto bukanlah orang sembarangan. Beliau adalah Prof. Dr. Soemitro Djojohadikusumo, seorang intelektual kelas dunia yang dijuluki sebagai "Begawan Ekonomi Indonesia" karena kontribusinya yang luar biasa dalam merancang fondasi ekonomi negara di masa-masa awal kemerdekaan hingga era Orde Baru.

Mengenal nama bapak prabowo berarti juga mempelajari lembaran sejarah intelektualisme di Indonesia. Soemitro Djojohadikusumo lahir dari keluarga ningrat intelektual di Kebumen, Jawa Tengah. Ayahnya, atau kakek dari Prabowo, adalah Raden Mas Margono Djojohadikusumo, pendiri Bank Negara Indonesia (BNI 46). Lingkungan keluarga yang kental dengan nilai-nilai patriotisme dan pendidikan tinggi ini membentuk Soemitro menjadi sosok yang sangat vokal dalam memperjuangkan kedaulatan ekonomi bangsa di kancah internasional.

Soemitro Djojohadikusumo saat muda
Soemitro Djojohadikusumo saat menempuh pendidikan dan aktif dalam diplomasi internasional.

Soemitro Djojohadikusumo Sang Begawan Ekonomi Indonesia

Berbicara mengenai nama bapak prabowo tidak akan lengkap tanpa membahas pencapaian akademis dan karier birokrasinya. Soemitro menyelesaikan pendidikan doktornya di Nederlandsche Economische Hoogeschool, Rotterdam, Belanda, pada usia yang sangat muda. Sepulangnya ke tanah air, beliau langsung terjun ke dunia diplomasi untuk membantu pengakuan kedaulatan RI di forum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Keahliannya dalam berargumen dan penguasaan data ekonomi membuatnya menjadi aset berharga bagi pemerintahan awal Indonesia.

Dalam perjalanan kariernya, Soemitro Djojohadikusumo tercatat beberapa kali menduduki jabatan menteri strategis. Pemikirannya sering kali melampaui zaman, terutama gagasan mengenai industrialisasi nasional dan penguatan ekonomi kerakyatan. Beliau adalah tokoh yang percaya bahwa kemerdekaan politik harus dibarengi dengan kemandirian ekonomi. Hal inilah yang kemudian menurun kepada anak-anaknya, termasuk Prabowo Subianto, yang sering menekankan pentingnya kedaulatan pangan dan energi dalam kampanye-kampanyenya.

Kontribusi Signifikan dalam Pemerintahan

Sepanjang hidupnya, Prof. Dr. Soemitro Djojohadikusumo telah mengabdi di bawah beberapa kepemimpinan presiden yang berbeda, meskipun beliau juga pernah berada di posisi oposisi yang keras. Berikut adalah ringkasan jabatan penting yang pernah diemban oleh beliau:

Jabatan Menteri Masa Jabatan Kabinet
Menteri Perdagangan dan Perindustrian 1950 - 1951 Kabinet Natsir
Menteri Keuangan 1952 - 1953 Kabinet Wilopo
Menteri Keuangan 1955 - 1956 Kabinet Burhanuddin Harahap
Menteri Perdagangan 1968 - 1973 Kabinet Pembangunan I
Menteri Riset 1973 - 1978 Kabinet Pembangunan II

Selain jabatan menteri, Soemitro juga merupakan pendiri Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FEUI). Banyak ekonom ternama Indonesia yang merupakan murid langsung beliau, sehingga muncul istilah "Mafia Berkeley" yang merujuk pada kelompok ekonom didikan Soemitro yang berperan besar dalam restrukturisasi ekonomi Orde Baru setelah krisis hebat di akhir era 1960-an.

Kedekatan Prabowo Subianto dengan ayahnya Soemitro
Kebersamaan Prabowo Subianto dengan sang ayah yang menjadi mentor politik dan intelektualnya.

Silsilah dan Garis Keturunan Keluarga Djojohadikusumo

Memahami nama bapak prabowo juga berarti memahami sejarah keluarga Djojohadikusumo yang sarat dengan pengorbanan. Dua paman Prabowo, yakni Soebianto dan Soejono Djojohadikusumo, gugur dalam Pertempuran Lengkong tahun 1946 saat melawan tentara Jepang. Nama mereka kemudian diabadikan dalam nama lengkap Prabowo Subianto sebagai penghormatan atas jasa-jasa mereka bagi republik ini.

Soemitro menikah dengan Dora Marie Sigar, seorang perempuan berdarah Minahasa yang beliau temui saat menempuh pendidikan di Belanda. Dari pernikahan ini, mereka dikaruniai empat orang anak yang semuanya memiliki peran signifikan di bidangnya masing-masing:

  • Biantiningsih Miderawati Djiwandono: Istri dari mantan Gubernur Bank Indonesia, Soedradjad Djiwandono.
  • Maryani Ekowati: Seorang aktivis dan pengusaha yang aktif di berbagai organisasi sosial.
  • Prabowo Subianto: Mantan Danjen Kopassus, Menteri Pertahanan, dan Presiden Terpilih Republik Indonesia.
  • Hashim Djojohadikusumo: Pengusaha sukses dan tokoh di balik layar keberhasilan politik keluarga.
  • Satu: Satu.
"Kekayaan sebuah bangsa bukan terletak pada sumber daya alamnya semata, melainkan pada karakter dan kemampuan intelektual rakyatnya." - Prof. Dr. Soemitro Djojohadikusumo.

Meskipun sering berada di lingkaran kekuasaan, Soemitro dikenal sebagai kritikus internal yang tajam. Beliau tidak segan-segan mengkritik kebijakan pemerintah yang dianggapnya tidak berpihak pada rakyat kecil. Integritas inilah yang menjadikan nama Soemitro Djojohadikusumo sangat dihormati lintas generasi, baik oleh kawan maupun lawan politiknya.

Buku karya pemikiran ekonomi Soemitro Djojohadikusumo
Berbagai literatur ekonomi karya Soemitro Djojohadikusumo yang masih menjadi referensi akademis hingga saat ini.

Warisan Pemikiran Sang Begawan untuk Indonesia

Sebagai penutup, memahami siapa nama bapak prabowo memberikan kita perspektif bahwa kepemimpinan yang kuat sering kali lahir dari tradisi intelektual yang matang. Soemitro Djojohadikusumo telah mewariskan lebih dari sekadar nama besar; beliau mewariskan etos kerja, kecintaan pada ilmu pengetahuan, dan semangat nasionalisme yang tak kunjung padam. Pemikirannya mengenai ekonomi kerakyatan dan kemandirian bangsa tetap relevan bahkan di era globalisasi saat ini.

Bagi Prabowo Subianto, sosok Soemitro bukan sekadar ayah, melainkan mentor yang membentuk cara pandangnya terhadap dunia internasional dan pertahanan nasional. Warisan intelektual ini menjadi modal penting bagi Prabowo dalam memimpin Indonesia ke depan. Dengan menilik sejarah hidup nama bapak prabowo, kita dapat melihat benang merah perjuangan keluarga Djojohadikusumo dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia dari berbagai aspek, baik militer maupun ekonomi.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow