Resolusi Tahun Baru: Tips Jitu Raih Tujuan Tanpa Tekanan
Memasuki tahun yang baru, banyak orang membuat resolusi. Psikolog klinis menyarankan agar resolusi dimulai dari target yang masuk akal agar tidak menjadi beban. Tujuan yang jelas akan membantu dijalani dengan kesadaran dan penerimaan diri.
Tips Membuat Resolusi Tahun Baru yang Tepat
Menurut Psikolog klinis dari Personal Growth, Phoebe Ramadina, ada beberapa cara membuat resolusi tahun baru yang tepat:
1. Jangan Terlalu Banyak Target
Banyak orang gagal karena menetapkan tujuan yang terlalu luas atau menumpuk banyak target. Akibatnya, resolusi terasa membebani sejak awal dan sulit dipertahankan.
2. Hindari Membandingkan Diri dengan Orang Lain
Setiap orang memiliki kondisi dan tempo hidup berbeda. Membandingkan diri dengan orang lain dapat mengganggu kesehatan mental dan perencanaan masa depan.
“Resolusi yang sehat sebaiknya spesifik, jelas, bisa diukur, dan dapat dilakukan secara bertahap. Resolusi juga perlu relevan dengan kebutuhan emosional dan situasi hidup kita sekarang, bukan sekadar mengikuti standar orang lain,” kata Phoebe.
Tujuan yang jelas dan terukur akan membantu otak membentuk kebiasaan baru dengan lebih mudah. Target yang mungkin dicapai akan mendorong motivasi.
3. Dijalani Secara Bertahap
Resolusi yang selaras dengan kondisi pribadi serta dijalani secara bertahap cenderung lebih konsisten dilakukan karena menghadirkan perasaan positif.
4. Belajar dari Kegagalan
Kegagalan mencapai resolusi di tahun sebelumnya bisa menjadi petunjuk adanya hal-hal yang perlu ditinjau ulang.
“Apa yang terpenting adalah melakukan refleksi, bukan menghakimi diri. Kita perlu bertanya dengan jujur pada diri sendiri tentang hambatan apa yang muncul, lalu menyesuaikan kembali target agar lebih sesuai dengan kapasitas kita. Sikap ini membantu kita belajar dari pengalaman, dan tidak tenggelam dalam rasa bersalah,” kata Phoebe.
5. Tidak Harus Semuanya Tercapai
Resolusi tahunan tidak selalu harus tercapai sepenuhnya. Ketidaktercapaian tujuan bisa mencerminkan proses pertumbuhan atau perubahan prioritas hidup.
Phoebe menyimpulkan bahwa resolusi sebaiknya berfungsi sebagai sarana evaluasi dan penunjuk arah perkembangan diri, bukan sebagai kewajiban kaku yang mengabaikan dinamika kehidupan yang terus berubah.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow