Hooters Clarke Quay Singapura Tutup Setelah 30 Tahun Beroperasi

Hooters Clarke Quay Singapura Tutup Setelah 30 Tahun Beroperasi

Smallest Font
Largest Font

Restoran Hooters Clarke Quay di Singapura, yang dikenal dengan konsep unik dan seragam khas pelayannya, akan mengakhiri operasionalnya pada 31 Januari 2026 setelah hampir 30 tahun melayani pelanggan. Penutupan ini disebabkan oleh masalah kekurangan tenaga kerja yang berkelanjutan dan penurunan penjualan yang signifikan.

Alasan Penutupan Hooters Clarke Quay

Managing Director Hooters Clarke Quay, Selena Chua, menjelaskan bahwa keputusan sulit ini diambil karena dua faktor utama yang membebani operasional restoran.

Kekurangan Tenaga Kerja

Salah satu alasan utama penutupan adalah kesulitan dalam mendapatkan dan mempertahankan tenaga kerja, terutama dari generasi muda.

“Kami menghadapi tantangan besar dalam hal manpower,” ujar Selena Chua.

Penurunan Penjualan

Selain masalah tenaga kerja, penjualan restoran juga terus mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir.

“Dan penjualan yang tidak kunjung membaik,” imbuh Selena Chua.

Faktor Pribadi Pemilik

Keputusan penutupan juga dipengaruhi oleh pertimbangan pribadi pemilik restoran, yang merupakan ayah dari Selena Chua. Beliau merasa sudah saatnya untuk pensiun setelah mengabdikan diri selama puluhan tahun.

“Pemilik merasa ini sudah menjadi perjalanan yang sangat panjang, dan sekarang saatnya untuk beristirahat,” jelas Chua.

Upaya Mempertahankan Bisnis

Manajemen Hooters Clarke Quay sebenarnya telah berupaya untuk mengatasi masalah keuangan dengan menaikkan gaji karyawan agar sesuai dengan biaya hidup di Singapura yang terus meningkat. Namun, mereka tetap berusaha menjaga harga menu agar terjangkau bagi pelanggan.

“Kami berusaha menyesuaikan gaji staf, tetapi tetap menjaga harga menu agar tidak terlalu mahal. Kondisi ini cukup menekan sisi keuntungan restoran,” kata Selena Chua.

Sejarah Hooters Clarke Quay

Hooters Clarke Quay memiliki sejarah panjang di Singapura. Restoran ini pertama kali dibuka pada tahun 1996 dan menjadi gerai internasional pertama di luar Amerika Utara, serta outlet Hooters pertama di Asia.

Meskipun sempat ada dua gerai Hooters lain di Singapura yang dibuka oleh franchise berbeda, semuanya telah tutup lebih dulu.

Kondisi Terkini dan Rencana ke Depan

Saat ini, Hooters Clarke Quay mempekerjakan sekitar 10 staf dapur dan layanan, serta lima staf kantor. Selena Chua sendiri masih aktif membantu operasional, termasuk turun langsung ke dapur.

Bistro Pengganti

Meskipun menutup gerai utama, manajemen berencana untuk membuka bistro berskala lebih kecil dengan konsep yang berbeda. Bistro ini tidak akan menggunakan merek Hooters, tetapi sebagian besar karyawan diperkirakan akan tetap dilibatkan.

Suasana Emosional Menjelang Penutupan

Menjelang penutupan, suasana emosional menyelimuti seluruh tim, termasuk ayah Selena Chua.

“Kami benar-benar tumbuh bersama merek ini selama bertahun-tahun. Rasanya sedih dan penuh nostalgia, seperti kehilangan bagian yang sudah begitu akrab di kawasan ini,” tutur Chua.

Ia menambahkan bahwa restoran yang bertahan selama tiga dekade memiliki makna lebih dari sekadar tempat makan.

“Restoran yang telah buka selama 30 tahun bukan hanya soal makanan, tetapi tentang kenangan, rutinitas, dan hubungan dengan orang-orang yang tumbuh bersamanya. Ada rasa syukur, sekaligus perasaan bahwa sebuah era telah berakhir,” ujar Chua.

Ucapan Terima Kasih

Di akhir pernyataannya, Selena Chua menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pelanggan yang telah setia mendukung Hooters Clarke Quay selama puluhan tahun.

“Kami sangat berterima kasih atas setiap momen dan kenangan yang tercipta. Kami berpamitan dengan hati yang penuh dan mengucapkan terima kasih kepada semua yang telah menjadi bagian dari perjalanan kami. Terima kasih untuk 30 tahun yang luar biasa,” pungkasnya.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow