Tragedi Jember: Pesta Arak Maut Renggut Empat Nyawa

Tragedi Jember: Pesta Arak Maut Renggut Empat Nyawa

Smallest Font
Largest Font

Empat warga Kabupaten Jember, Jawa Timur, meregang nyawa usai menggelar pesta minuman keras jenis arak. Aparat kepolisian kini tengah menyelidiki kasus peredaran miras ilegal tersebut.

Korban Tewas dan Identifikasi

Salah satu korban adalah seorang perempuan berinisial M, warga Gebang, Kecamatan Patrang, yang meninggal dunia pada 28 Desember 2025 sore. Donny Agus Prihatno, pemilik warung tempat kejadian, mengenal M sebagai sosok yang sering membantu istrinya di warung. "Kadang jadi LC (Lady Companion), menyanyi terus dikasih tips," katanya.

Tiga korban lainnya adalah pria berinisial P yang meninggal pada 28 Desember 2025 malam, AM, warga Kecamatan Kaliwates yang meninggal pada 29 Desember 2025 dini hari, dan S, warga Patrang, yang menghembuskan nafas terakhir pada 29 Desember 2025 siang.

Kronologi Pesta Miras Maut

Menurut informasi, delapan orang, termasuk para korban, menenggak 25 botol arak di sebuah warung di Kelurahan Gebang, Kecamatan Patrang, pada Sabtu (27/12/2025) sore. Setelah pesta miras tersebut, empat orang dilaporkan meninggal dunia.

Pengakuan Pemilik Warung

Donny Agus Prihatno mengungkapkan bahwa delapan orang tersebut datang ke warungnya dalam kondisi mabuk pada pukul dua siang. "Minuman dibawa dari luar. Mereka datang sudah dalam keadaan sempoyongan," ujarnya.

Agus sendiri mengaku pulang lebih awal dari warung, sementara mereka melanjutkan pesta miras hingga larut malam. "Saya tidak mengerti jelas campurannya apa," imbuhnya.

Penyelidikan Polisi

Pihak kepolisian baru menerima laporan kejadian pada Minggu (28/12/2025) malam. "Kami masih selidiki. Tim sudah turun ke sana. Kami masih lakukan pemeriksaan, kumpulkan alat bukti, minuman tersebut berasal dari mana dan mengecek kandungannya," jelas Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Jember Ajun Komisaris Angga Riatma.

Upaya Pencegahan Pesta Miras

Guna mencegah terulangnya kejadian serupa, terutama menjelang perayaan tahun baru, polisi akan meningkatkan razia di sejumlah tempat yang kerap menjadi lokasi berkumpulnya anak muda. "Kami imbau tidak meminum minuman keras karena berdampak luas," tegas Angga.

Imbauan dan Tindakan Preventif

Kepolisian mengimbau masyarakat untuk menjauhi minuman keras demi menghindari dampak buruk yang bisa ditimbulkan. Razia dan pengawasan akan terus ditingkatkan untuk menciptakan situasi kondusif menjelang pergantian tahun.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow