Galon Guna Ulang PET: Solusi Efektif Kurangi Sampah Plastik Nasional
Indonesia menghadapi masalah serius terkait pengelolaan sampah. Data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) KLHK 2024 menunjukkan total sampah nasional mencapai 34,63 juta ton, dimana 9,9 juta ton adalah sampah plastik. Galon guna ulang PET menjadi solusi mengurangi beban TPA dan kerusakan lingkungan.
Galon Guna Ulang PET Kurangi Sampah Plastik
Penggunaan galon guna ulang berbahan PET dianggap sebagai langkah nyata dalam mendukung ekonomi sirkular. Aqua telah menerapkan strategi ini dan terbukti lebih ramah lingkungan dibanding galon sekali pakai.
Kepala Klaster Kajian Pembangunan Berkelanjutan Daya Makara Universitas Indonesia (DMUI), Bisuk Abraham Sisungkunon, menjelaskan dampak signifikan inovasi ini.
"Memakai galon guna ulang bisa mengurangi sampah kemasan sekali pakai hingga 316 ton setiap tahun," ujar Bisuk.
Riset LPEM FEB UI Perkuat Data
Riset Lembaga Penyelidikan Ekonomi Masyarakat (LPEM) FEB UI memperkuat pernyataan tersebut. Tanpa galon guna ulang, diperkirakan 7 dari 10 konsumen beralih ke kemasan sekali pakai, berpotensi meningkatkan timbulan sampah plastik hingga 770.000 ton per tahun.
Peneliti ekonomi lingkungan LPEM UI menambahkan, "Akibatnya, emisi sampah plastik akan bertambah hingga 1.655.500 ton per tahun."
Prinsip 5R dalam Galon Guna Ulang
Galon guna ulang dirancang untuk penggunaan jangka panjang, berbeda dengan galon sekali pakai yang memperpendek siklus hidup plastik. Hal ini sejalan dengan prinsip 5R (Reduce, Reuse, Recycle, Replace, dan Replant).
Efisiensi Sumber Daya dan Logistik
Bisuk menjelaskan bahwa penggunaan galon ini mengurangi sampah di hilir dan menekan jejak karbon di hulu karena efisiensi sumber daya dan logistik.
"Memakai galon guna ulang membantu mengurangi timbunan sampah plastik yang saat ini masih banyak tidak tertangani secara berkelanjutan. Sampah kerap dibakar, dikubur, dibuang ke air ataupun dibuang langsung ke tanah," katanya.
Keamanan Galon Guna Ulang Terjamin
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memastikan fungsi dan keamanan galon guna ulang PET tetap terjaga bagi konsumen.
Komitmen Danone Indonesia
Sustainable Development Director Danone Indonesia, Karyanto Wibowo, menyatakan dukungan perusahaan terhadap target pemerintah mengurangi sampah plastik 30% pada 2025.
"Dalam mengurangi kebocoran sampah plastik di laut, perusahaan secara konsisten mengimplementasikan pendekatan bisnis yang komprehensif dengan tiga fokus utama yaitu, pengembangan infrastruktur pengumpulan sampah plastik, edukasi bagi konsumen, dan inovasi atas kemasan," jelas Karyanto.
Keuntungan Ekonomi dan Lingkungan
Model bisnis guna ulang meminimalisir dampak lingkungan dan memberikan efisiensi dalam penggunaan air dan bahan baku plastik. Manfaat ini dirasakan langsung oleh masyarakat.
Testimoni Konsumen
Yustinus, konsumen asal Depok, memilih galon guna ulang PET karena keberlanjutannya.
"Galon bening sangat bagus dan ramah lingkungan jadi tidak nyampah. Keluarga di rumah kami senang dengan adanya galon bening ini karena isinya jadi terlihat lebih jernih," pungkasnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow