Sangu Haneut: Destinasi Kuliner Sunda Klasik Hadir di Bandung Utara
- Pengalaman Kuliner Sunda yang Hangat dan Nostalgik
- Filosofi Tri Tangtu dalam Setiap Sajian
- Makan Sebagai Ruang Kebersamaan
- Cita Rasa Sunda Klasik yang Otentik
- Suasana Hangat dan Membumi
- Komitmen pada Kebersamaan di Meja Makan
- Variasi Menu dan Kapasitas Pengunjung
- Harga Terjangkau dan Lokasi Strategis
- Terintegrasi dengan Lokasi Rekreasi Anak
Bandung kembali diramaikan dengan kehadiran restoran Sunda baru. Sangu Haneut, sebuah restoran yang menyajikan cita rasa Sunda klasik, resmi dibuka pada Senin (29/12) di kawasan Bandung Utara yang sejuk.
Pengalaman Kuliner Sunda yang Hangat dan Nostalgik
Berlokasi di Jalan Rancakendal, Coblong, Kota Bandung, Sangu Haneut hadir sebagai destinasi kuliner yang menawarkan lebih dari sekadar makanan. Restoran ini menyajikan pengalaman makan yang hangat, sederhana, dan membangkitkan kenangan.
Filosofi Tri Tangtu dalam Setiap Sajian
Satrio Bayu Hadi, F & B Holding Manager, menjelaskan bahwa konsep Sangu Haneut berakar dari nilai Tri Tangtu, filosofi Sunda tentang keseimbangan hidup yang sederhana namun bermakna.
Nilai ini tercermin dalam hubungan harmonis antara alam, manusia, dan rasa. Sangu Haneut memandang makanan sebagai bagian dari keseharian yang dekat, jujur, dan apa adanya.
Sangu Haneut menghadirkan kenikmatan sederhana yang tumbuh dalam semangat Sunda Kiwari—interpretasi modern atas nilai-nilai Sunda yang hidup dan membumi.
Makan Sebagai Ruang Kebersamaan
Sangu Haneut lahir dari kerinduan akan momen kesederhanaan dan kebersamaan di meja makan. Restoran ini ingin menghadirkan kembali kehangatan yang dirasakan saat makan bersama keluarga—tanpa jarak, tanpa pretensi, dan penuh keakraban.
Sajian Akrab di Meja Makan Sunda
Nilai tersebut diwujudkan melalui sajian yang paling akrab di meja makan Sunda: nasi, sambal, dan lalab, yang diolah dengan perhatian pada rasa, proses, serta kebersamaan yang menyertainya.
Cita Rasa Sunda Klasik yang Otentik
Menu di Sangu Haneut berfokus pada cita rasa Sunda klasik dengan bahan-bahan pilihan dan proses pengolahan yang menjaga keaslian rasa. Ragam nasi, sambal, dan lauk disusun sebagai menu yang akrab, mengobati kerinduan akan sajian Sunda yang sederhana namun kaya rasa.
Sangu Haneut mengutamakan rasa yang jujur dan keseimbangan sebagai inti dari setiap hidangan.
Suasana Hangat dan Membumi
Dari segi suasana, Sangu Haneut menggabungkan elemen alam dengan desain ruang yang hangat dan bersahaja. Perpaduan ini mendukung pengalaman makan yang nyaman dan membangkitkan rasa kebersamaan.
Ruang untuk Berbagi dan Kembali ke Kehangatan
Satrio berharap Sangu Haneut menjadi pilihan baru bagi masyarakat yang mencari pengalaman kuliner yang lebih dari sekadar makan—melainkan ruang untuk berbagi dan pulang pada kehangatan.
Komitmen pada Kebersamaan di Meja Makan
Sangu Haneut adalah restoran Sunda dengan cita rasa klasik yang menghadirkan kuliner sehari-hari melalui pendekatan rasa, ruang, dan pengalaman yang hangat. Berakar pada filosofi Tri Tangtu dan semangat Sunda Kiwari, Sangu Haneut berkomitmen menghadirkan kembali makna kebersamaan di meja makan.
Variasi Menu dan Kapasitas Pengunjung
Satrio menambahkan, Sangu Haneut memiliki sekitar 90 jenis makanan, terdiri dari 60% menu harian dan 40% menu yang disajikan bergantian.
Kapasitas hingga 130 Pengunjung
"Kami menyediakan tiga ruangan untuk makan, yakni di lantai pertama, lantai kedua, dan ruangan outdoor. Seluruh ruangan bisa menampung hingga 120-130 pengunjung," lanjutnya.
Harga Terjangkau dan Lokasi Strategis
Harga makanan di Sangu Haneut dimulai dari Rp6.000 hingga Rp170.000 untuk menu bakakak ayam kampung.
Terintegrasi dengan Lokasi Rekreasi Anak
Sangu Haneut berada di satu kawasan dengan Hompim Play, lokasi rekreasi, permainan, dan edukasi anak. Pengunjung dapat menikmati makan siang sekaligus berekreasi di satu tempat.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow