Tragis, Pesta Tahun Baru di Madiun Berujung Maut, Pemuda 19 Tahun Tewas Ditusuk
Perayaan malam tahun baru di Kota Madiun, Jawa Timur, berubah menjadi tragedi setelah seorang pemuda berusia 19 tahun tewas akibat penusukan. Korban diduga menjadi korban dalam sebuah pesta minuman keras yang melibatkan sekelompok remaja.
Pelaku Penusukan Diamankan, Ternyata Masih Pelajar
Polres Madiun Kota bergerak cepat dan berhasil mengamankan terduga pelaku berinisial MRA (16), yang merupakan warga Kecamatan Taman, Kota Madiun. Ironisnya, pelaku diketahui masih berstatus sebagai pelajar kelas X di salah satu SMK di kota tersebut.
Olah TKP dan Penemuan Saksi Mabuk
Setelah mengamankan pelaku, polisi kembali mendatangi lokasi kejadian di Jalan Jolorante, Kelurahan Josenan, Kecamatan Taman, pada Kamis (1/1/2026) sekitar pukul 08.00 WIB. Di lokasi tersebut, petugas mengamankan seorang anak yang masih dalam kondisi mabuk dan diduga mengetahui langsung peristiwa penusukan itu.
Identitas Korban Terungkap
Korban diketahui bernama Verind Wibowo Putra (19), warga Jalan Nitinegoro, Kelurahan Demangan, Kecamatan Taman, Kota Madiun. Ia menghembuskan nafas terakhir akibat luka tusuk yang diduga terjadi saat pesta miras berlangsung pada malam pergantian tahun.
Suasana Duka Selimuti Rumah Korban
Suasana duka mendalam menyelimuti rumah korban. Sejumlah warga dan kerabat berdatangan untuk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan.
Keluarga Korban Berharap Pelaku Dihukum Setimpal
Ayah korban, Dwi Wibowo (42), mengungkapkan kesedihannya atas kejadian yang menimpa putra keduanya tersebut. Korban merupakan anak kedua dari dua bersaudara dan baru saja menyelesaikan pendidikannya.
“Kami sekeluarga sangat terpukul atas kejadian ini. Saya berharap pelaku bisa dihukum sesuai prosedur hukum yang berlaku dan menjadi efek jera, agar kejadian serupa tidak terulang,” ujar Dwi.
Ia juga menambahkan harapannya agar peristiwa ini menjadi perhatian bagi semua pihak, terutama orang tua dan aparat, agar peredaran minuman keras di kalangan remaja dapat ditekan.
Proses Otopsi dan Pemeriksaan Saksi Intensif
Hingga Kamis siang, jenazah korban masih berada di kamar jenazah RSUD Dokter Soedono Madiun untuk menjalani proses otopsi. Sementara itu, pihak kepolisian terus melakukan pemeriksaan intensif terhadap pelaku dan sejumlah saksi guna mengungkap secara jelas kronologi serta motif penusukan yang sebenarnya.
Pendalaman Kasus Terus Dilakukan
Pihak kepolisian menyatakan bahwa pendalaman kasus masih terus dilakukan, termasuk pemeriksaan lanjutan terhadap saksi-saksi yang berada di lokasi kejadian.
Pesan Penting dari Keluarga Korban
Keluarga korban berharap kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak, terutama dalam pengawasan terhadap pergaulan remaja dan peredaran minuman keras ilegal.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow