Makam Kakek Prabowo dan Jejak RM Margono Djojohadikusumo

Makam Kakek Prabowo dan Jejak RM Margono Djojohadikusumo

Smallest Font
Largest Font

Menjelajahi jejak sejarah tokoh bangsa sering kali membawa kita ke sebuah tempat peristirahatan terakhir yang sarat akan makna dan nilai filosofis. Salah satunya adalah makam kakek Prabowo Subianto, yakni Raden Mas (RM) Margono Djojohadikusumo. Lokasi ini bukan sekadar tempat ziarah bagi keluarga besar Djojohadikusumo, melainkan juga simbol dari titik awal kedaulatan ekonomi Indonesia. Sebagai sosok yang mendirikan Bank Negara Indonesia (BNI), RM Margono meninggalkan warisan intelektual dan semangat nasionalisme yang sangat kuat, yang hingga kini masih bisa dirasakan oleh generasi penerusnya.

Ziarah ke makam leluhur merupakan tradisi yang dijaga ketat oleh keluarga ini, terutama menjelang momen-momen penting kenegaraan. Memahami siapa sosok di balik nisan tersebut membantu kita memetakan jalur sejarah bagaimana sebuah keluarga bangsawan Jawa bertransformasi menjadi pilar ekonomi dan politik di era modern. RM Margono Djojohadikusumo adalah figur yang menjembatani era kolonial dengan kemerdekaan melalui penguasaan ilmu perbankan dan dedikasi tanpa pamrih kepada Republik yang baru seumur jagung saat itu.

Potret RM Margono Djojohadikusumo kakek Prabowo Subianto
RM Margono Djojohadikusumo, kakek dari Prabowo Subianto yang merupakan tokoh perbankan nasional.

Profil RM Margono Djojohadikusumo Sang Pionir Ekonomi

Sebelum membahas lebih jauh mengenai makam kakek Prabowo, penting untuk mengenal siapa sebenarnya RM Margono Djojohadikusumo. Beliau lahir di Probolinggo pada 16 Agustus 1894 dan berasal dari keluarga ningrat yang memiliki tradisi pelayanan publik yang panjang. Margono adalah keturunan langsung dari Raden Tumenggung Banyak Wide, yang dikenal sebagai Panglima Banyak Wide, pengikut setia Pangeran Diponegoro. Latar belakang keluarga pejuang inilah yang membentuk karakter keras dan disiplin dalam dirinya.

Karier Margono memuncak ketika ia dipercaya oleh Bung Karno dan Bung Hatta untuk mendirikan sebuah bank sentral bagi Indonesia yang baru merdeka. Dengan keterbatasan modal dan tekanan dari pihak Belanda yang masih ingin berkuasa, Margono berhasil mendirikan Bank Negara Indonesia pada 5 Juli 1946. Keberaniannya menerbitkan Oeang Repoeblik Indonesia (ORI) sebagai pengganti mata uang penjajah adalah langkah strategis yang memastikan kedaulatan ekonomi negara tetap terjaga di tengah badai revolusi fisik.

AtributDetail Informasi
Nama LengkapRaden Mas Margono Djojohadikusumo
Tanggal Lahir16 Agustus 1894
Wafat25 Juli 1978
Peran UtamaPendiri BNI & Ketua DPAS Pertama
Lokasi MakamDawuhan, Banyumas, Jawa Tengah
Cucu TerkenalPrabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo

Lokasi Strategis Makam Kakek Prabowo di Dawuhan

Tempat peristirahatan terakhir RM Margono Djojohadikusumo berada di Pemakaman Dawuhan, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Kompleks pemakaman ini dikenal sebagai makam raja-raja atau bupati-bupati Banyumas terdahulu. Letaknya yang berada di perbukitan memberikan suasana yang tenang, asri, dan sangat kental dengan nuansa tradisional Jawa. Memilih untuk dimakamkan di sini menunjukkan keterikatan yang kuat antara keluarga Djojohadikusumo dengan tanah leluhur mereka di Banyumas.

Akses menuju makam kakek Prabowo ini relatif mudah dijangkau dari pusat kota Purwokerto. Wisatawan atau peziarah biasanya akan melewati jalanan menanjak yang dikelilingi oleh pepohonan rindang sebelum sampai di gerbang utama makam. Di dalam kompleks ini, nisan RM Margono berada berdampingan dengan sang istri, Siti Katoemi Wirodihardjo, serta anggota keluarga besar lainnya. Arsitektur makamnya cenderung sederhana namun elegan, mencerminkan kepribadian Margono yang rendah hati meski memegang jabatan tinggi di masa hidupnya.

Kompleks Makam Keluarga Djojohadikusumo di Dawuhan
Suasana syahdu di kompleks pemakaman keluarga Dawuhan tempat peristirahatan kakek Prabowo Subianto.

Silsilah Emas Keluarga Djojohadikusumo

Keluarga Djojohadikusumo dikenal sebagai salah satu dinasti intelektual dan politik paling berpengaruh di Indonesia. RM Margono memiliki putra bernama Sumitro Djojohadikusumo, yang kemudian dikenal sebagai begawan ekonomi Indonesia. Sumitro adalah ayah dari Prabowo Subianto. Dengan demikian, garis keturunan ini menunjukkan adanya transfer nilai-nilai pengabdian yang konsisten dari generasi ke generasi. Di makam kakek Prabowo ini, pengunjung sering kali merenungi bagaimana sejarah sebuah bangsa sangat dipengaruhi oleh integritas sebuah keluarga.

  • RM Margono: Peletak dasar perbankan nasional dan pendiri BNI.
  • Prof. Sumitro: Arsitek ekonomi Orde Baru dan menteri di berbagai kabinet.
  • Prabowo Subianto: Tokoh militer dan politisi yang menjabat sebagai Menteri Pertahanan dan Presiden terpilih.
  • Hashim Djojohadikusumo: Pengusaha sukses yang aktif dalam kegiatan filantropi dan pelestarian budaya.
"Kedaulatan sebuah bangsa tidak hanya terletak pada senjatanya, tetapi pada kemampuannya untuk mengatur keuangannya sendiri." — Inspirasi dari RM Margono Djojohadikusumo.

Signifikansi Ziarah Bagi Prabowo Subianto

Bagi Prabowo Subianto, mengunjungi makam kakek Prabowo bukan sekadar ritual tahunan. Ini adalah cara bagi beliau untuk melakukan kontemplasi dan menyambung energi dengan semangat perjuangan leluhur. Dalam berbagai kesempatan, Prabowo sering menceritakan bagaimana sang kakek menanamkan nilai-nilai kejujuran dan keberanian. Margono pernah berpesan bahwa jabatan hanyalah alat untuk membela rakyat kecil, bukan untuk memperkaya diri sendiri.

Ketika melakukan ziarah ke Banyumas, Prabowo biasanya didampingi oleh keluarga inti dan kerabat dekat. Ritual doa bersama di depan nisan RM Margono menjadi momen refleksi atas tanggung jawab besar yang kini ia emban. Hal ini juga memberikan pesan kepada publik bahwa seorang pemimpin yang baik tidak boleh melupakan akar sejarahnya. Tanpa fondasi yang diletakkan oleh tokoh-tokoh seperti Margono, struktur ekonomi Indonesia mungkin tidak akan sekuat sekarang dalam menghadapi tantangan global.

Prabowo Subianto berziarah ke makam kakeknya
Momen khidmat saat Prabowo Subianto mengunjungi makam leluhurnya di Jawa Tengah.

Tradisi dan Budaya di Makam Dawuhan

Kompleks makam Dawuhan memiliki aturan adat yang cukup ketat namun tetap terbuka untuk masyarakat umum yang ingin memberikan penghormatan. Setiap pengunjung diharapkan mengenakan pakaian yang sopan dan menjaga ketenangan. Keberadaan makam kakek Prabowo di lokasi ini juga berdampak positif pada ekonomi lokal, di mana banyak peziarah yang datang dari luar daerah turut menghidupkan sektor UMKM di sekitar area pemakaman. Tradisi nyadran atau bersih kubur biasanya dilakukan menjelang bulan Ramadan, di mana keluarga besar akan berkumpul untuk mendoakan arwah para leluhur.

Menghargai Warisan Integritas Sang Kakek

Mempelajari sejarah RM Margono Djojohadikusumo memberikan kita perspektif baru tentang pentingnya integritas dalam membangun bangsa. Beliau hidup di masa yang penuh dengan godaan dan tekanan, namun tetap teguh pada prinsip ekonomi kerakyatan. Makamnya di Dawuhan menjadi pengingat abadi bahwa kemerdekaan harus diisi dengan kerja keras dan kecerdasan. Nilai-nilai ini pulalah yang coba diimplementasikan oleh Prabowo Subianto dalam setiap kebijakan yang diambilnya sebagai pejabat publik.

Sebagai penutup, perjalanan menuju makam kakek Prabowo adalah perjalanan spiritual sekaligus edukatif. Lokasi ini membuktikan bahwa jasa seorang tokoh akan terus dikenang melampaui usianya jika ia memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Bagi Anda yang memiliki minat pada sejarah perbankan atau sekadar ingin mengenal lebih dekat silsilah salah satu tokoh paling berpengaruh di Indonesia saat ini, mengunjungi makam RM Margono Djojohadikusumo di Banyumas adalah langkah yang sangat direkomendasikan untuk memahami akar nasionalisme Indonesia.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow