Kebakaran Kapal Kontainer di Pelabuhan Tanjung Perak Padam, Operasional Normal
- Penanganan Kebakaran yang Cepat dan Efektif
- Operasional Pelabuhan Tetap Berjalan Normal
- Tidak Ada Korban Jiwa dalam Insiden Kebakaran
- Prosedur Keselamatan dan Evaluasi
- Permohonan Maaf Atas Insiden Kebakaran
- Kronologi Kejadian Kebakaran
- Investigasi Mendalam Akan Dilakukan
- Apresiasi atas Kerja Cepat Semua Pihak
- Dampak Minimal pada Operasional Pelabuhan
Kebakaran sebuah kapal kontainer di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, berhasil dipadamkan pada Senin (29/12/2025) pagi. Pihak pengelola pelabuhan memastikan bahwa insiden ini tidak mengganggu aktivitas operasional dan telah ditangani sesuai prosedur tanggap darurat.
Penanganan Kebakaran yang Cepat dan Efektif
Syaiful Anam, Corporate Secretary PT Terminal Teluk Lamong (TTL), menyatakan bahwa sejumlah unit pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi kejadian untuk memadamkan api. Total 16 unit pemadam dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya, empat unit dari PMK Pelindo, dua ambulans PMI, dan satu unit BPBD diterjunkan.
“Di jam 09.20 WIB, api sepenuhnya bisa padam dan saat ini kondisinya aman dan operasional sudah berjalan lancar, seperti itu,” ucapnya kepada Radio Suara Surabaya, Senin siang.
Operasional Pelabuhan Tetap Berjalan Normal
Anam menegaskan bahwa aktivitas bongkar muat dan operasional pelabuhan secara keseluruhan tetap berjalan normal meski terjadi kebakaran.
“Tidak ada dampak. Saat proses pemadaman juga kapal di sisi kiri ataupun di sisi kanan tetap bekerja. Tidak berdampak ke operasional terminal,” jelas Anam.
Tidak Ada Korban Jiwa dalam Insiden Kebakaran
Selain itu, dipastikan tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden tersebut. Seluruh anak buah kapal (ABK) yang berjumlah 22 orang, dipastikan dalam kondisi aman.
“Informasi yang kami dapat tadi pada saat di lokasi aman semuanya. Tidak ada korban jiwa, tidak ada injury (cedera),” ujarnya.
Prosedur Keselamatan dan Evaluasi
Seluruh prosedur keselamatan dan penanganan darurat telah dijalankan sesuai standar operasional yang berlaku. Evaluasi akan dilakukan untuk mencegah kejadian serupa.
“Kami dari TPK Berlian menyampaikan bahwa seluruh prosedur K3 dan emergency response telah dijalankan sesuai standar dan ini akan dilakukan evaluasi menyeluruh sebagai langkah pencegahan ke depan,” tutur Anam.
Permohonan Maaf Atas Insiden Kebakaran
Pihaknya menyampaikan permohonan maaf atas terjadinya kebakaran ini. “Dan kami menyampaikan penyesalan atas terjadinya insiden kebakaran ini,” kata Anam.
Kronologi Kejadian Kebakaran
Awal Mula Kebakaran
Anam menceritakan bahwa insiden kebakaran terjadi pada Kapal Verizon yang sedang bersandar di area Terminal Peti Kemas (TPK) Berlian untuk menjalani proses bongkar muat. Kepulan asap pertama kali terpantau sekitar pukul 05.30 WIB.
“Di antaranya isolasi area kapal, kemudian pemadaman oleh tim emergency, dan juga kami koordinasi dengan pihak pemadam kebakaran dan otoritas pelabuhan sesuai prosedur,” ujarnya.
Penyebab Kebakaran Belum Diketahui
Anam menyebut, berdasarkan informasi awal, kepulan asap berasal dari ruang mesin kapal. Namun, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil investigasi dari pihak berwenang.
“Kalau untuk kepulan asap itu berasal dari ruang mesin. Cuma untuk penyebabnya apa, nanti nunggu dari pihak terkait atas investigasi yang dilakukan,” katanya.
Investigasi Mendalam Akan Dilakukan
Anam menyebut investigasi akan dilakukan oleh otoritas yang berwenang karena insiden terjadi di area kapal.
“Tadi juga hadir dari otoritas pelabuhan kemudian dari kepolisian juga hadir. Nanti investigasinya karena berada di area kapal, artinya bisa dari otoritas pelabuhan maupun dari Polairud atau kepolisian di KP3 (Polres Pelabuhan Tanjung Perak),” katanya.
Apresiasi atas Kerja Cepat Semua Pihak
Ia juga mengapresiasi kerja cepat seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan kebakaran tersebut. Mulai tim dari otoritas pelabuhan, kepolisian, dan tentunya pemadam kebakaran Kota Surabaya yang langsung merespon cepat kebakaran ini.
Dampak Minimal pada Operasional Pelabuhan
Menurut Anam, penanganan yang cepat dan sesuai prosedur memastikan insiden kebakaran tersebut tidak berdampak pada kelancaran distribusi dan aktivitas di Pelabuhan Tanjung Perak.
“Alhamdulillah ini tidak berdampak kepada operasional terminal dan juga tidak berdampak di Pelabuhan Tanjung Perak,” pungkasnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow