Daftar Kabinet Prabowo Gibran Lengkap dan Struktur Kementeriannya
Pelantikan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada 20 Oktober 2024 menandai dimulainya era baru pemerintahan Indonesia. Tak lama setelah pengucapan sumpah jabatan, pengumuman mengenai daftar kabinet Prabowo yang diberi nama resmi Kabinet Merah Putih menjadi perhatian nasional. Kabinet ini dirancang untuk mengakomodasi berbagai kepentingan politik sekaligus memastikan keberlanjutan pembangunan yang telah dirintis oleh pemerintahan sebelumnya.
Struktur kabinet yang dibentuk kali ini tergolong besar, mencakup kombinasi antara tokoh profesional, akademisi, mantan petinggi militer, hingga representasi partai politik koalisi. Langkah ini diambil oleh Presiden Prabowo untuk mempercepat eksekusi program-program strategis seperti swasembada pangan, kemandirian energi, dan penguatan pertahanan nasional. Fokus utama dari pemilihan nama-nama dalam daftar ini adalah efektivitas birokrasi dan sinkronisasi antarlembaga yang lebih progresif.

Nama Resmi dan Visi Kabinet Merah Putih
Nama Kabinet Merah Putih dipilih sebagai simbol persatuan nasional dan semangat patriotisme yang menjadi landasan kepemimpinan Prabowo-Gibran. Dalam berbagai kesempatan, Presiden Prabowo menekankan bahwa kabinet ini adalah "kabinet kerja" yang harus mampu memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan rakyat kecil. Visi besar yang diusung adalah membawa Indonesia menuju status negara maju melalui hilirisasi industri dan penguatan sumber daya manusia.
Dibandingkan dengan pemerintahan sebelumnya, terdapat beberapa perubahan signifikan dalam struktur organisasi kementerian. Beberapa kementerian besar dipecah menjadi unit-unit yang lebih spesifik agar fokus kerja masing-masing bidang tidak tumpang tindih. Hal ini menunjukkan ambisi pemerintah untuk melakukan spesialisasi dalam penanganan isu-isu krusial seperti perlindungan pekerja migran, pembangunan desa, dan pengembangan industri kreatif.
Daftar Lengkap Menteri Kabinet Prabowo Gibran
Berikut adalah daftar kabinet Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka yang mencakup posisi Menteri Koordinator dan Menteri Teknis dalam jajaran Kabinet Merah Putih:
| No | Jabatan Kementerian | Nama Menteri |
|---|---|---|
| 1 | Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan | Budi Gunawan |
| 2 | Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan | Yusril Ihza Mahendra |
| 3 | Menteri Koordinator Bidang Perekonomian | Airlangga Hartarto |
| 4 | Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan | Pratikno |
| 5 | Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan | Agus Harimurti Yudhoyono |
| 6 | Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat | Muhaimin Iskandar |
| 7 | Menteri Koordinator Bidang Pangan | Zulkifli Hasan |
| 8 | Menteri Sekretaris Negara | Prasetyo Hadi |
| 9 | Menteri Pertahanan | Sjafrie Sjamsoeddin |
| 10 | Menteri Dalam Negeri | Tito Karnavian |
| 11 | Menteri Luar Negeri | Sugiono |
| 12 | Menteri Agama | Nasaruddin Umar |
| 13 | Menteri Hukum | Supratman Andi Agtas |
| 14 | Menteri Keuangan | Sri Mulyani Indrawati |
| 15 | Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah | Abdul Mu'ti |
| 16 | Menteri Kesehatan | Budi Gunadi Sadikin |
| 17 | Menteri Sosial | Saifullah Yusuf |
| 18 | Menteri Ketenagakerjaan | Yassierli |
| 19 | Menteri Perindustrian | Agus Gumiwang Kartasasmita |
| 20 | Menteri Perdagangan | Budi Santoso |
"Pemerintahan ini harus bekerja cepat. Tidak ada waktu untuk bersantai karena tantangan global dan domestik semakin kompleks. Kabinet Merah Putih adalah tim yang solid untuk menjawab tantangan tersebut." - Kutipan Presiden Prabowo Subianto.

Perubahan Struktur dan Kementerian Baru
Salah satu poin menarik dari daftar kabinet Prabowo adalah adanya pemecahan beberapa kementerian untuk meningkatkan efisiensi. Sebagai contoh, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi kini dipecah menjadi tiga entitas berbeda, yaitu:
- Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
- Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
- Kementerian Kebudayaan
Selain itu, kementerian yang sebelumnya menangani urusan Hukum dan HAM juga didekonstruksi menjadi Kementerian Hukum, Kementerian HAM, serta Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Pemecahan ini diharapkan dapat memberikan pelayanan publik yang lebih spesifik dan terukur bagi masyarakat Indonesia. Fokus pada sektor pangan juga diperkuat dengan adanya Kementerian Koordinator Bidang Pangan, yang bertugas memastikan kedaulatan pangan nasional tetap terjaga di tengah ancaman krisis iklim global.
Profil Tokoh Kunci dalam Kabinet Merah Putih
Beberapa nama lama tetap dipertahankan oleh Presiden Prabowo karena rekam jejak mereka yang dianggap sangat stabil dalam mengelola sektor-sektor vital. Sri Mulyani Indrawati, misalnya, kembali dipercaya menjabat sebagai Menteri Keuangan. Kehadirannya memberikan sinyal positif bagi pasar keuangan global mengenai disiplin fiskal Indonesia. Di sisi lain, munculnya nama-nama baru seperti Sugiono sebagai Menteri Luar Negeri menunjukkan adanya upaya regenerasi diplomatik dengan semangat nasionalisme yang kuat.
Sektor infrastruktur kini berada di bawah kendali Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan. Penempatan ini dianggap strategis untuk mengintegrasikan pembangunan fisik dengan pengembangan wilayah secara merata di seluruh Indonesia, tidak hanya terpusat di Pulau Jawa (Java-centric).

Daftar Wakil Menteri dan Kepala Badan
Selain menteri, daftar kabinet Prabowo juga didukung oleh jajaran wakil menteri (wamen) dan kepala badan setingkat menteri. Keberadaan wamen ini sangat krusial mengingat beban kerja kementerian yang kini lebih spesifik. Berikut adalah beberapa posisi kunci lainnya:
- Jaksa Agung: Sanitiar Burhanuddin
- Kepala BIN: Muhammad Herindra
- Kepala Staf Kepresidenan: Anto Mukti Putranto
- Kepala Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara: Muliaman Darmansyah Hadad
- Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan: Budiman Sudjatmiko
Kehadiran badan-badan baru ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mengatasi isu-isu fundamental seperti kemiskinan dan pengelolaan investasi yang lebih otonom. Presiden Prabowo secara eksplisit meminta agar setiap kepala badan bekerja secara sinergis dengan kementerian teknis agar tidak terjadi ego sektoral yang menghambat kemajuan program kerja.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, daftar kabinet Prabowo dalam formasi Kabinet Merah Putih mencerminkan strategi politik yang inklusif namun tetap mengedepankan kompetensi. Dengan jumlah anggota kabinet yang cukup besar, tantangan utama ke depan adalah bagaimana menjaga koordinasi antarlembaga tetap sinkron dan efisien. Publik kini menaruh harapan besar pada jajaran menteri ini untuk mewujudkan janji-janji kampanye, terutama terkait makan siang bergizi gratis, hilirisasi, dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif bagi seluruh rakyat Indonesia.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow