CBP Naik Jadi 4 Juta Ton, Antisipasi Program Makan Bergizi Gratis
Pemerintah memutuskan untuk menaikkan target cadangan beras pemerintah (CBP) dari 3 juta ton menjadi 4 juta ton pada tahun depan. Langkah ini diambil sebagai persiapan untuk stabilisasi pasokan dan harga pangan, serta mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang akan diperluas.
Kenaikan CBP untuk Stabilisasi Pangan
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengungkapkan bahwa kenaikan CBP ini bertujuan untuk mempermudah stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP), bantuan pangan, dan lain sebagainya. Keputusan ini diambil karena produksi beras diperkirakan meningkat pada tahun 2026.
“Tadi kami putuskan, cadangan beras pemerintah kita dari 3 juta ton, kita naikkan jadi 4 juta ton. Penaikan cadangan ini agar lebih mudah nanti untuk Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), untuk bantuan pangan, dan lain sebagainya,” katanya di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan) Jakarta, Senin (29/12).
Antisipasi Panen Raya
Peningkatan produksi beras pada tahun depan didorong oleh majunya puncak panen raya ke Februari 2026, berbeda dengan tahun 2025 yang terjadi pada Maret. Hal ini menjadi dasar keyakinan pemerintah untuk meningkatkan CBP.
“Sudah kelihatan produksi akan lebih tinggi tahun depan daripada tahun ini. Jadi harus persiapan dengan matang, penyerapannya, gudangnya. Kalau tidak siap, harganya bisa jatuh,” ungkap Zulkifli.
Dukungan untuk Program Makan Bergizi Gratis
Penambahan CBP juga berkaitan erat dengan rencana pemerintah untuk memperluas program Makan Bergizi Gratis (MBG). Jumlah penerima manfaat akan meningkat signifikan dari 17,5 juta di 2025 menjadi 82,9 juta orang pada 2026.
“Tanggal 8 Januari 2026 itu 55 juta penerima manfaat, ada 19 ribu SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi). Februari naik lagi, Maret naik lagi. April itu sudah 80 jutaan penerima manfaat,” sebut dia.
Peningkatan Penerima Manfaat MBG secara Bertahap
Implementasi program MBG akan dilakukan secara bertahap, dimulai dengan 55 juta penerima manfaat pada 8 Januari 2026, dan terus meningkat hingga mencapai 80 jutaan penerima manfaat pada April 2026.
Kenaikan Cadangan Jagung Pemerintah
Selain beras, pemerintah juga menaikkan target cadangan pangan pemerintah untuk komoditas jagung menjadi 1 juta ton pada 2026. Pada tahun 2025, cadangan jagung pemerintah hanya sebesar 300 ribu ton.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa kenaikan cadangan jagung ini diperlukan untuk menjaga stabilitas harga pakan bagi peternak ayam dan telur yang memasok untuk program MBG.
“Ini satu kesatuan. Kebutuhan ayam itu meningkat 1 juta ton kalau MBG sudah beroperasi sempurna. Lalu telur, dibutuhkan 700.000 ton telur untuk satu tahun. Jadi, pakannya tentu harus naik agar kenaikan harga pakan yang berpotensi dihadapi peternak ayam dan telur itu bisa diantisipasi,” beber dia.
Swasembada Gula Putih 2026
Pemerintah juga optimis untuk mencapai swasembada gula putih pada 2026 seiring dengan peningkatan produksi tebu nasional. Program pembongkaran tanaman ratun secara bertahap pada periode 2025–2027 dengan target luasan sekitar 300.000 hektare disiapkan untuk meningkatkan produktivitas tebu.
“Kalau produksi tebu meningkat, berarti gulanya meningkat,” tutur dia.
Program Peningkatan Produktivitas Tebu
Pemerintah menyiapkan program pembongkaran tanaman ratun secara bertahap pada periode 2025–2027 dengan target luasan sekitar 300.000 hektare guna meningkatkan produktivitas tebu dan pasokan bahan baku pabrik gula. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat pasokan bahan baku pabrik gula dan menekan kebutuhan impor gula kristal putih.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow