Agama Saudara Kandung Prabowo dan Potret Toleransi Keluarga

Agama Saudara Kandung Prabowo dan Potret Toleransi Keluarga

Smallest Font
Largest Font

Membahas profil tokoh nasional tidak akan lengkap tanpa menelisik latar belakang keluarganya yang seringkali menjadi fondasi karakter sang tokoh. Salah satu aspek yang kerap mengundang rasa ingin tahu publik adalah mengenai agama saudara kandung prabowo Subianto. Di tengah dinamika politik Indonesia, latar belakang keluarga Prabowo seringkali dijadikan rujukan sebagai contoh nyata dari moderasi dan toleransi beragama yang sudah mendarah daging sejak lama.

Keluarga besar Djojohadikusumo dikenal luas sebagai representasi kecil dari semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Prabowo yang kini menjabat sebagai Menteri Pertahanan sekaligus Presiden Terpilih RI ke-8, tumbuh dalam lingkungan yang sangat plural. Ayah dan ibunya berasal dari latar belakang budaya dan keyakinan yang berbeda, yang kemudian menurun kepada anak-anak mereka. Memahami dinamika keyakinan di dalam keluarga ini memberikan kita perspektif tentang bagaimana perbedaan bisa dikelola dengan penuh rasa hormat dan kasih sayang.

Silsilah dan Akar Keberagaman Keluarga Djojohadikusumo

Untuk memahami agama saudara kandung prabowo, kita harus melihat kembali pada pasangan legendaris Prof. Dr. Soemitro Djojohadikusumo dan Dora Marie Sigar. Soemitro adalah seorang begawan ekonomi Indonesia yang beragama Islam, berasal dari keluarga ningrat Jawa. Sementara itu, Dora Marie Sigar adalah seorang perempuan asal Manado, Sulawesi Utara, yang memeluk agama Kristen Protestan.

Pernikahan beda agama yang dilakukan orang tua Prabowo pada masa itu mungkin dianggap tidak biasa bagi sebagian orang, namun bagi keluarga ini, hal tersebut adalah jembatan untuk membangun pemahaman yang lebih luas tentang kemanusiaan. Dari pernikahan ini, lahir empat orang anak yang masing-masing memiliki garis hidup dan pilihan keyakinan yang unik. Prabowo sendiri memilih untuk mengikuti agama ayahnya, yaitu Islam, sementara beberapa saudaranya memiliki pilihan yang berbeda.

Orang tua Prabowo Subianto Soemitro dan Dora Sigar
Pasangan Soemitro Djojohadikusumo dan Dora Marie Sigar yang menjadi pilar keberagaman keluarga.

Rincian Agama Saudara Kandung Prabowo Subianto

Prabowo Subianto adalah anak kedua dari empat bersaudara. Berikut adalah rincian mengenai keyakinan dan profil singkat dari saudara-saudara kandung beliau yang sering menjadi sorotan publik karena keberagamannya.

1. Biantiningsih Miderawati Djiwandono

Anak sulung dalam keluarga Djojohadikusumo adalah Biantiningsih Miderawati. Ia dikenal sebagai sosok kakak yang sangat mengayomi. Biantiningsih memeluk agama Katolik. Ia menikah dengan Joseph Soedradjad Djiwandono, mantan Gubernur Bank Indonesia yang juga seorang pemeluk agama Katolik yang taat. Kehidupan rumah tangga mereka menjadi bukti bagaimana nilai-nilai religiusitas tetap terjaga meski berada dalam lingkaran keluarga besar yang berbeda keyakinan.

2. Maryani Ekowati Lemaistre

Anak ketiga, atau adik langsung dari Prabowo, adalah Maryani Ekowati. Sama seperti kakak sulungnya, Maryani juga merupakan seorang pemeluk agama Katolik. Ia menikah dengan Didier Lemaistre, seorang pria berkebangsaan Prancis. Kehidupan Maryani yang banyak menghabiskan waktu di luar negeri tetap tidak memutus tali silaturahmi dengan saudara-saudaranya di Indonesia, terutama saat hari besar keagamaan tiba.

3. Hashim Djojohadikusumo

Si bungsu dari empat bersaudara adalah Hashim Djojohadikusumo. Hashim dikenal sebagai pengusaha sukses dan politisi senior yang aktif di Partai Gerindra. Berbeda dengan Prabowo yang Muslim, Hashim adalah seorang pemeluk agama Kristen Protestan yang taat, mengikuti garis keyakinan ibundanya, Dora Sigar. Hashim seringkali berbicara secara terbuka di depan publik mengenai betapa kuatnya toleransi dalam keluarga mereka.

Nama SaudaraUrutan KelahiranKeyakinan (Agama)Pasangan
Biantiningsih MiderawatiPertama (Sulung)KatolikSoedradjad Djiwandono
Prabowo SubiantoKeduaIslamTitiek Soeharto (Cerai)
Maryani EkowatiKetigaKatolikDidier Lemaistre
Hashim DjojohadikusumoKeempat (Bungsu)Kristen ProtestanAnie Hashim
Hashim Djojohadikusumo dalam kegiatan keagamaan
Hashim Djojohadikusumo, adik bungsu Prabowo yang merupakan pemeluk Kristen Protestan yang aktif.

Tradisi Toleransi di Meja Makan Keluarga

Bagi keluarga Djojohadikusumo, perbedaan agama bukanlah penghalang untuk bersatu. Hashim Djojohadikusumo dalam berbagai wawancara sering menceritakan bagaimana suasana rumah mereka saat hari raya tiba. Ketika Idulfitri, seluruh anggota keluarga yang non-Muslim akan ikut merayakan dan memberikan penghormatan kepada Prabowo dan sang ayah saat beliau masih hidup.

Sebaliknya, ketika Natal tiba, Prabowo Subianto seringkali hadir dalam perayaan keluarga untuk menghormati ibu dan saudara-saudaranya. Tidak jarang, momen makan malam bersama menjadi ajang diskusi yang hangat tanpa sekalipun menyinggung atau merendahkan keyakinan satu sama lain. Toleransi ini bukan sekadar teori, melainkan praktik harian yang mereka jalani selama berpuluh-puluh tahun.

"Di dalam keluarga kami, agama adalah urusan pribadi masing-masing dengan Tuhan. Namun, cinta kasih antar saudara adalah kewajiban yang tidak bisa ditawar." - Kutipan yang sering dikaitkan dengan semangat keluarga Djojohadikusumo.

Keberagaman ini juga terlihat dalam cara mereka mendidik anak-anak (generasi ketiga Djojohadikusumo). Anak-anak dari Biantiningsih, Maryani, dan Hashim tumbuh dengan pemahaman yang sangat inklusif mengenai perbedaan. Hal ini memperkuat E-E-A-T (Expertise, Authoritativeness, Trustworthiness) keluarga mereka di mata masyarakat sebagai contoh keluarga Indonesia yang sebenarnya.

Prabowo Subianto merayakan Lebaran bersama keluarga besar
Momen hangat Prabowo Subianto saat merayakan hari besar bersama saudara-saudaranya yang berbeda keyakinan.

Pengaruh Keberagaman Keluarga terhadap Pandangan Politik Prabowo

Banyak pengamat politik menilai bahwa latar belakang agama saudara kandung prabowo yang sangat beragam memberikan pengaruh signifikan terhadap gaya kepemimpinan dan visi politiknya. Prabowo sering menekankan pentingnya persatuan nasional dan menjaga seluruh agama yang ada di Indonesia. Ia tampak sangat nyaman berada di tengah komunitas Muslim, namun juga tidak canggung ketika harus berdialog dengan pemimpin gereja atau komunitas agama lainnya.

Visi "Indonesia Maju" yang diusungnya seringkali menyelipkan narasi tentang perlindungan terhadap minoritas. Hal ini masuk akal, mengingat dalam darahnya sendiri mengalir DNA keberagaman. Jika ia tidak menghormati perbedaan, maka ia sama saja tidak menghormati ibu dan saudara kandungnya sendiri. Oleh karena itu, tuduhan-tuduhan mengenai radikalisme yang sempat dialamatkan kepadanya seringkali terbantahkan oleh fakta empiris mengenai sejarah keluarganya ini.

  • Keseimbangan Keyakinan: Dua saudara beragama Katolik, satu Protestan, dan satu Muslim menciptakan keseimbangan unik.
  • Nilai Nasionalisme: Keberagaman keluarga memperkuat rasa cinta tanah air tanpa memandang latar belakang SARA.
  • Model Sosial: Keluarga ini menjadi prototipe bagi masyarakat Indonesia dalam mengelola perbedaan dalam skala kecil.

Meneladani Harmoni Keberagaman Keluarga Djojohadikusumo

Pada akhirnya, mengetahui fakta tentang agama saudara kandung prabowo bukan sekadar memuaskan rasa ingin tahu mengenai kehidupan pribadi seorang pejabat publik. Lebih dari itu, ini adalah pelajaran berharga bagi bangsa Indonesia tentang bagaimana cara hidup berdampingan di tengah perbedaan yang tajam. Keluarga Djojohadikusumo telah membuktikan bahwa perbedaan keyakinan tidak harus berakhir dengan perpecahan, melainkan bisa menjadi kekayaan intelektual dan spiritual yang luar biasa.

Vonis akhirnya adalah bahwa pluralitas yang ada dalam keluarga Prabowo Subianto merupakan aset yang membentuk karakter kepemimpinannya yang inklusif. Di masa depan, diharapkan nilai-nilai toleransi yang dipraktikkan oleh Biantiningsih, Prabowo, Maryani, dan Hashim dapat terus menginspirasi masyarakat luas agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu sektarian. Sebab, dengan memahami dan menghargai agama saudara kandung prabowo, kita belajar bahwa di atas segala perbedaan keyakinan, terdapat ikatan persaudaraan dan kemanusiaan yang jauh lebih tinggi dan suci.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow