Nenek Elina Diduga Jadi Korban Kekerasan, Polda Jatim Periksa Saksi
Polda Jawa Timur tengah mendalami kasus dugaan kekerasan dan pengusiran yang dialami Nenek Elina dari kediamannya di Surabaya. Enam saksi, termasuk Nenek Elina sendiri, telah dimintai keterangan oleh pihak kepolisian.
Kasus Naik ke Penyidikan, Mobil Pikap Disita
Kasus dugaan kekerasan dan pengusiran ini telah ditingkatkan statusnya menjadi penyidikan. Penyidik juga telah menyita sebuah mobil pikap yang diduga digunakan untuk mengangkut barang-barang milik Nenek Elina saat pengusiran terjadi.
Bukti Video Diserahkan ke Polisi
Tim kuasa hukum korban telah menyerahkan rekaman video dan dokumen sebagai alat bukti tambahan kepada penyidik.
Terduga Pelaku Pengusiran Diperiksa
Samuel Ardi Kristanto, pihak yang diduga melakukan pengusiran paksa terhadap Nenek Elina, juga telah menjalani pemeriksaan oleh pihak kepolisian.
Kronologi Pengusiran Nenek Elina
Nenek Elina diduga diusir paksa dari rumah yang telah ditempatinya sejak tahun 2011. Pada Agustus 2025, sekelompok orang yang mengaku dari sebuah ormas mendatangi rumah Nenek Elina dan mengklaim bahwa tanah tersebut telah dijual dan berpindah kepemilikan.
Nenek Elina Bantah Jual Rumah
Nenek Elina membantah keras telah menjual rumahnya. Ia mengaku memiliki surat letter C atas nama kakak kandungnya, Elisa, sebagai bukti kepemilikan rumah tersebut.
Sertifikat Rumah Jadi Barang Bukti
Elisa, kakak kandung Nenek Elina, telah meninggal dunia pada tahun 2007. Saat ini, sertifikat rumah tersebut dijadikan barang bukti dalam proses penyidikan.
Duduk Perkara Sengketa Rumah Nenek Elina
Nenek Elina merasa menjadi korban pengusiran paksa dan pembongkaran rumah. Kasus ini masih terus diselidiki oleh pihak kepolisian untuk mengungkap fakta sebenarnya dan menentukan langkah hukum selanjutnya.
"Saya tidak pernah menjual rumah," kata Nenek Elina, belum lama ini.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow