Liburan Akhir Tahun ke Luar Negeri: Tips Sehat Hadapi Perbedaan Iklim
Libur akhir tahun menjadi momen yang dinanti untuk berlibur ke luar negeri. Perbedaan iklim yang ekstrem antara Indonesia dan negara tujuan bisa menjadi masalah kesehatan jika tidak dipersiapkan dengan baik.
Persiapan Kesehatan untuk Liburan ke Luar Negeri
Dokter Spesialis Anak subspesialisasi Respirologi, Dr. dr. Nastiti Kaswandani, Sp.A.(K), menekankan pentingnya menjaga kondisi tubuh saat mengunjungi negara dengan cuaca ekstrem. Hal ini penting agar liburan tidak terganggu penyakit.
Waspada Penyakit Musim Dingin
Bagi yang berencana ke belahan bumi utara seperti Amerika, Kanada, atau Eropa pada Desember dan Januari, musim dingin menjadi tantangan utama. Risiko penularan virus pernapasan meningkat pesat pada periode ini.
“Kalau liburan di bulan Desember, Januari, kalau kita ke belahan bumi utara, seperti Amerika, Kanada, Eropa, itu sedang winter atau sedang musim dingin. Maka penyakit-penyakit yang sering timbul pada saat liburan musim dingin, itu biasanya adalah penyakit flu atau influenza. Jadi di negara-negara tersebut, kalau menjelang winter itu biasanya anak-anak harus dilengkapi imunisasi vaksinasi influenza,” ujar Nastiti.
Perlindungan Eksternal saat Musim Dingin
Selain vaksinasi, perlengkapan fisik juga sangat penting. Orang tua disarankan menyiapkan pakaian hangat berlapis, seperti jaket tebal, topi, sarung tangan, syal, dan sepatu kedap air. Area sensitif seperti kepala, leher, dan telinga harus terlindungi dari udara dingin.
Cegah Dehidrasi Saat Udara Dingin
Satu hal yang sering diabaikan saat musim dingin adalah asupan cairan. Rasa haus sering tidak terasa saat udara dingin, padahal tubuh tetap berisiko dehidrasi.
“Nah, kadang-kadang di udara dingin kita merasa tidak haus, tidak terlalu terasa, padahal sebetulnya kita tetap harus banyak minum, supaya tidak jatuh dalam kondisi dehidrasi. Jadi, minum air yang cukup, kalau bisa lebih banyak itu akan tetap menjaga tubuh kita dari kehilangan cairan,” tambah Nastiti.
Antisipasi Risiko di Cuaca Panas
Sebaliknya, bagi yang berlibur ke daerah dengan cuaca panas, risiko *heatstroke* dan *sunburn* mengintai. Hidrasi menjadi prioritas utama dalam kondisi ini.
“Apalagi di musim panas, harus lebih banyak lagi minum cairannya, supaya tidak jatuh dalam kondisi dehidrasi. Yang lainnya juga sama, makan makanan bergizi, vitamin, kemudian menghindari orang yang sakit,” jelas Nastiti.
Lindungi Kulit dari Sengatan Matahari
Penggunaan tabir surya khusus anak, topi, dan kacamata hitam sangat disarankan untuk melindungi kulit sensitif dari sengatan matahari.
Jaga Kesehatan dengan Gaya Hidup Sehat
Terlepas dari suhu negara tujuan, prinsip dasar menjaga kesehatan tetap harus dijalankan. Nastiti menyarankan wisatawan untuk selalu mengonsumsi makanan bergizi seimbang, mencukupi asupan vitamin, serta menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Istirahat Cukup dan Hindari Kelelahan
Wisatawan juga diingatkan untuk tidak memaksakan aktivitas berlebihan. Kelelahan akibat kurang tidur dan jadwal perjalanan yang terlalu padat dapat menurunkan sistem imun, sehingga tubuh lebih rentan terhadap serangan virus di tempat umum.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow