Gen Z Indonesia Hadapi Dilema Etika AI, Pancasila Jadi Filter

Gen Z Indonesia Hadapi Dilema Etika AI, Pancasila Jadi Filter

Smallest Font
Largest Font

Di era kecerdasan buatan (AI) yang kian meresap dalam kehidupan, Generasi Z Indonesia menghadapi dilema etis. Pancasila hadir sebagai filter etika, membimbing kaum digital dalam memanfaatkan teknologi secara adil dan beradab.

Pancasila sebagai Filter Etika di Era AI

Generasi Z, yang lahir antara 1997 dan 2012, tumbuh di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Algoritma TikTok dan ChatGPT menawarkan efisiensi, namun juga membawa ancaman terhadap nilai kemanusiaan. Pancasila, sebagai ideologi bangsa, menjadi panduan adaptif dalam menavigasi dunia digital.

Sila Pertama: Ketuhanan Yang Maha Esa

Sila pertama mengajak untuk memprioritaskan nilai spiritual di atas efisiensi teknologi. AI harus dirancang untuk menghormati keragaman agama di Indonesia, mencegah polarisasi yang sering terjadi di media sosial. Survei We Are Social 2024 menunjukkan 70% Gen Z aktif di platform digital, sehingga sila ini menjadi kompas untuk mengaudit output AI.

Melindungi Hak Asasi Manusia dengan Pancasila

Sila kedua, "Kemanusiaan yang Adil dan Beradab", menuntut AI untuk melindungi hak asasi manusia. Isu privasi data di aplikasi seperti Gojek atau Shopee menjadi perhatian. Generasi Z perlu menuntut transparansi algoritma untuk mencegah diskriminasi.

Belajar dari Kasus Cambridge Analytica

Kasus Cambridge Analytica menjadi pengingat bahwa tanpa etika, AI dapat menjadi alat manipulasi. Pancasila mengajarkan keadilan sosial, memastikan AI inklusif bagi UMKM di perdesaan, bukan hanya elite urban.

Demokrasi dan Kebinekaan dalam Ranah AI

Sila keempat dan kelima memperkuat demokrasi dan kebinekaan dalam ranah AI. Generasi Z dapat memanfaatkan AI untuk partisipasi sipil, seperti platform konsultasi publik berbasis AI untuk kebijakan lingkungan.

Musyawarah Mencegah Diktator Data

Tanpa musyawarah (sila keempat), AI berisiko menjadi diktator data. Sila kelima menjamin keadilan sosial bagi seluruh rakyat, mendorong pengembangan AI lokal seperti yang digalakkan Kemenkominfo. Tujuannya agar tidak bergantung pada model Barat yang sering mengabaikan konteks gotong royong.

Pancasila: Framework Dinamis untuk Gen Z

Pancasila telah terbukti adaptif, dari reformasi 1998 hingga Undang-Undang ITE. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengintegrasikan etika Pancasila dalam roadmap AI nasional 2020-2045.

Aksi Nyata untuk Generasi Z

Generasi Z dapat mengikuti kursus etika AI di kampus seperti UI atau ITB yang menyisipkan nilai Pancasila, atau membangun komunitas hacker etis seperti Indonesia AI Society.

Membangun Nusantara Digital yang Berkeadilan

Jika Generasi Z Indonesia mengadopsi Pancasila sebagai filter etika AI, Indonesia tidak hanya selamat dari distopia teknologi, tetapi juga membangun Nusantara digital yang berkeadilan. Saatnya Gen Z memimpin: Pancasila bukan masa lalu, tapi masa depan AI.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow