Buih Jadi Permadani Lirik Lagu Exist Sangat Populer

Buih Jadi Permadani Lirik Lagu Exist Sangat Populer

Smallest Font
Largest Font

Buih jadi permadani lirik lagu merupakan salah satu karya musik paling ikonik dari era 1990-an yang tetap relevan hingga saat ini. Lagu ini aslinya berjudul Mengintai Dari Tirai Kamar yang dibawakan oleh grup band asal Malaysia bernama Exist. Komposisi musik yang menyentuh hati dan lirik yang puitis membuat lagu ini menjadi favorit lintas generasi di kawasan Nusantara.

Kepopuleran lagu ini tidak hanya berhenti di radio atau televisi, namun telah merambah ke berbagai platform digital modern. Banyak penyanyi baru melakukan cover lagu ini dengan aransemen yang lebih segar. Hal ini membuktikan bahwa buih jadi permadani lirik lagu memiliki daya tarik universal yang kuat bagi pendengar musik melayu dan pop di Asia Tenggara.

Memahami setiap bait dalam lagu ini memerlukan kepekaan perasaan karena setiap katanya dipilih dengan sangat hati-hati oleh sang pencipta. Penulis lagu legendaris Saari Amri berhasil menciptakan narasi tentang ketidakberdayaan seorang pria dalam mencintai wanita yang dianggapnya terlalu sempurna. Artikel ini akan mengulas secara mendalam mengenai lirik, makna, serta aspek teknis seperti chord gitar yang sering dicari oleh para pecinta musik.

Grup Band Exist Malaysia
Personel grup band Exist yang mempopulerkan lagu Mengintai Dari Tirai Kamar.

Lirik Lengkap Lagu Buih Jadi Permadani

Berikut adalah lirik lengkap dari lagu yang dikenal dengan judul Buih Jadi Permadani. Penting bagi Anda untuk menghayati setiap barisnya agar dapat menangkap emosi yang ingin disampaikan oleh vokalis Exist saat menyanyikan lagu ini pertama kali di studio rekaman.

Dinginnya angin malam ini
Menyapa tubuhku
Namun tidak sedingin hatiku
Zikir mendoakanmu

Aku yang tidak berdaya
Dalam mencintaimu
Hanyalah mampu berserah
Moga kau bahagia

Mungkinkah diri ini
Dapat memiliki
Cinta seorang insan
Yang sangat mulia

Sudi kah kau menerima
Diri yang tidak punya
Hanya bermodalkan doa
Dan juga air mata

Mungkinkah diri ini
Dapat memiliki
Cinta seorang insan
Yang sangat mulia

Sudi kah kau menerima
Diri yang tidak punya
Hanya bermodalkan doa
Dan juga air mata

Oh mungkinkah buih jadi permadani
Sanggupkah kau menerima diriku
Dan mungkinkah embun jadi samudera
Relakah kau menerima segalanya

Tentu banyak yang bertanya mengenai asal-usul istilah permadani dalam lagu ini. Penulis lagu ingin menggambarkan sesuatu yang mustahil menjadi nyata. Buih jadi permadani lirik lagu ini adalah representasi dari sebuah harapan yang teramat besar di tengah keputusasaan yang nyata dalam sebuah hubungan asmara.

Makna Mendalam Dibalik Lirik Lagu Tersebut

Lagu ini secara garis besar menceritakan tentang perasaan rendah diri atau inferiority complex seseorang dalam dunia percintaan. Tokoh utama dalam lagu merasa bahwa dirinya hanyalah debu yang tidak berarti jika dibandingkan dengan pasangan yang ia dambakan. Penggunaan metafora dalam buih jadi permadani lirik lagu sangatlah cerdas dan menyentuh sisi emosional pendengar.

"Metafora buih yang berubah menjadi permadani adalah simbol dari sebuah transformasi yang mustahil secara logika, namun sangat diinginkan oleh hati yang sedang jatuh cinta secara mendalam." - Analis Musik Nusantara.

Dalam bait lainnya, disebutkan juga mengenai embun jadi samudera. Ini memperkuat pesan bahwa sang pria merasa segala usahanya hanyalah setetes embun kecil yang ingin memiliki luasnya samudera. Ketulusan doa dan air mata menjadi satu-satunya modal yang ia miliki, menunjukkan aspek spiritualitas dan kerendahan hati dalam mencintai seseorang.

Lirik Lagu Bermakna Mendalam
Ilustrasi visual tentang kedalaman makna lirik lagu melayu yang puitis.

Peran Saari Amri Sebagai Komposer

Keberhasilan lagu ini tidak lepas dari tangan dingin Saari Amri. Beliau dikenal sebagai komposer yang mampu menggabungkan melodi melankolis dengan lirik yang puitis namun mudah diingat. Exist sebagai band pengusung berhasil memberikan nyawa pada komposisi ini melalui karakter vokal Mamat yang unik pada masa itu.

Lirik yang kuat membuat lagu ini tidak lekang oleh waktu. Meskipun industri musik terus berganti tren dari pop rock ke EDM atau K-Pop, buih jadi permadani lirik lagu tetap memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat. Lagu ini sering diputar di berbagai acara pernikahan, kafe, hingga menjadi teman setia saat berkendara di malam hari.

Popularitas Kembali Melalui Zinidin Zidan

Beberapa tahun terakhir, lagu ini kembali viral di media sosial seperti TikTok dan YouTube. Salah satu pemicu utamanya adalah cover yang dilakukan oleh Zinidin Zidan bersama Nabila Maharani dan Tri Suaka. Gaya bernyanyi Zidan yang khas dengan cengkok melayu yang kental membuat buih jadi permadani lirik lagu kembali menduduki puncak klasemen pencarian musik digital.

Fenomena ini menunjukkan bahwa kekuatan sebuah lagu terletak pada kejujuran emosinya. Generasi Z yang mungkin belum lahir saat lagu ini pertama kali dirilis, ternyata bisa sangat menikmati dan merasa terhubung dengan liriknya. Berikut adalah beberapa faktor mengapa lagu ini kembali viral:

  • Kekuatan Vokal: Teknik vokal cover yang menonjolkan emosi mentah.
  • Media Sosial: Algoritma TikTok yang menyebarkan potongan lagu secara masif.
  • Nostalgia: Generasi milenial yang ingin mengenang masa lalu melalui aransemen baru.
  • Relatabilitas: Tema cinta bertepuk sebelah tangan yang selalu relevan.

Popularitas Zinidin Zidan membawa dampak positif bagi grup Exist. Pendengar baru mulai mencari tahu siapa penyanyi asli dari lagu tersebut, sehingga meningkatkan jumlah streaming pada katalog musik original mereka. Ini merupakan contoh sempurna bagaimana kolaborasi antar generasi dapat melestarikan karya seni berkualitas.

Panduan Chord Gitar Untuk Pemula

Bagi Anda yang ingin menyanyikan buih jadi permadani lirik lagu sambil memainkan alat musik, berikut adalah panduan chord gitar sederhana. Lagu ini biasanya dimainkan dalam kunci dasar Am (A minor) yang cukup mudah dipelajari oleh pemula sekalipun.

[Intro]
Am Dm G C F Bm E

[Verse]
Am Dm
Dinginnya angin malam ini
G C
Menyapa tubuhku
F Dm
Namun tidak sedingin hatiku
E
Zikir mendoakanmu

[Chorus]
Dm G
Oh mungkinkah buih jadi permadani
C Am
Sanggupkah kau menerima diriku
Dm G
Dan mungkinkah embun jadi samudera
C E
Relakah kau menerima segalanya

Chord Gitar Akustik
Memainkan chord gitar untuk lagu melayu memerlukan rasa yang mendalam.

Gunakan teknik strumming yang lembut atau plucking (petikan) pada bagian verse untuk menciptakan suasana syahdu. Pada bagian chorus, Anda bisa meningkatkan intensitas permainan gitar untuk mendukung ledakan emosi dalam liriknya. Latihan yang konsisten akan membuat Anda mahir membawakan lagu ini dengan penuh perasaan.

Kesimpulan Mengenai Karya Legendaris Exist

Sebagai penutup, buih jadi permadani lirik lagu adalah bukti nyata bahwa kualitas seni tidak akan pernah pudar oleh waktu. Dari tangan Saari Amri hingga suara Zinidin Zidan, lagu ini terus bertransformasi menjadi jembatan emosi bagi jutaan orang. Baik Anda seorang pendengar lama atau baru saja mengenal lagu ini, pesan tentang ketulusan cinta tetap akan sampai ke hati.

Pastikan Anda mendengarkan versi aslinya dari Exist untuk memahami akar dari keindahan musik melayu yang sesungguhnya. Semoga ulasan mendalam ini dapat menambah wawasan dan kecintaan Anda terhadap khazanah musik Nusantara yang luar biasa indah dan bermakna ini.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow