Pangkat Prabowo di TNI dari Karier Militer hingga Jenderal Kehormatan
- Awal Karier dan Pendidikan Militer di Lembah Tidar
- Daftar Kenaikan Pangkat Prabowo di TNI Secara Kronologis
- Ekspedisi Mapenduma dan Kenaikan Pangkat Menjadi Danjen Kopassus
- Transisi Menuju Pangkat Letnan Jenderal dan Masa Purnatugas
- Penganugerahan Jenderal TNI Kehormatan Bintang Empat
- Analisis Strategis Karier Militer dan Pengaruhnya bagi Bangsa
- Relevansi Pangkat Militer dalam Kepemimpinan Nasional Masa Depan
Prabowo Subianto merupakan sosok fenomenal yang sejarah hidupnya tidak bisa dipisahkan dari institusi Tentara Nasional Indonesia (TNI). Memahami rekam jejak dan pangkat Prabowo di TNI memberikan gambaran luas mengenai dedikasi, kontroversi, hingga pencapaian tertinggi yang diraihnya sebagai seorang prajurit korps baret merah. Perjalanan ini mencakup masa-masa gemilang di medan operasi hingga transisi besar menuju panggung politik nasional yang penuh dinamika.
Karier militer Prabowo dimulai dari pendidikan di Akademi Militer dan mencapai puncaknya saat ia menjabat sebagai Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad). Namun, sejarah tidak berhenti di situ. Pada awal tahun 2024, masyarakat Indonesia menyaksikan momentum bersejarah ketika ia mendapatkan penghargaan pangkat tertinggi sebagai Jenderal Kehormatan. Artikel ini akan membedah secara mendalam setiap fase kepangkatan yang pernah disandang oleh sosok yang kini menjabat sebagai Presiden terpilih Republik Indonesia tersebut.
Awal Karier dan Pendidikan Militer di Lembah Tidar
Langkah awal pangkat Prabowo di TNI dimulai dari Akademi Militer (Akmil) di Magelang. Beliau lulus pada tahun 1974, satu angkatan dengan sejumlah tokoh militer ternama lainnya. Sebagai perwira muda dengan pangkat Letnan Dua (Letda), Prabowo langsung terjun ke unit elite yang sangat prestisius, yakni Komando Pasukan Sandi Yudha (Kopassandha), yang kini kita kenal sebagai Kopassus.
Pendidikan militer Prabowo tidak hanya terbatas di dalam negeri. Ia dikenal sebagai salah satu perwira yang memiliki catatan pendidikan internasional yang mengesankan. Beliau pernah menempuh pendidikan di Fort Bragg dan Fort Benning di Amerika Serikat, mengambil spesialisasi dalam bidang infanteri dan pasukan khusus. Hal ini membentuk karakter kepemimpinannya yang taktis dan strategis sejak usia muda.

Daftar Kenaikan Pangkat Prabowo di TNI Secara Kronologis
Untuk memahami hierarki yang dilalui, kita perlu melihat data urutan pangkat yang pernah diemban oleh Prabowo Subianto selama masa dinas aktifnya. Berikut adalah tabel ringkasan perjalanan karier militer beliau:
| Tahun | Pangkat Militer | Jabatan Signifikan / Unit |
|---|---|---|
| 1974 | Letnan Dua (Letda) | Komandan Peleton, Kopassandha |
| 1985 | Mayor | Wakil Komandan Batalyon Infanteri Lintas Udara 328 |
| 1993 | Letnan Kolonel (Letkol) | Komandan Grup 3/Pusdikpassus |
| 1995 | Brigadir Jenderal (Brigjen) | Danjen Kopassus (Promosi Kilat) |
| 1996 | Mayor Jenderal (Mayjen) | Komandan Jenderal Kopassus |
| 1998 | Letnan Jenderal (Letjen) | Panglima Kostrad |
| 2024 | Jenderal (Hor) | Jenderal TNI Kehormatan (Bintang 4) |
Ekspedisi Mapenduma dan Kenaikan Pangkat Menjadi Danjen Kopassus
Salah satu titik balik yang memperkuat pangkat Prabowo di TNI menuju level perwira tinggi adalah kesuksesan Operasi Pembebasan Sandera Mapenduma pada tahun 1996. Saat itu, sebagai Komandan Jenderal Kopassus dengan pangkat Mayor Jenderal, Prabowo memimpin langsung operasi penyelamatan tim peneliti dari Lorentz Expedition yang disandera oleh OPM (Organisasi Papua Merdeka).
Keberhasilan operasi ini mendapatkan apresiasi internasional karena tingkat kesulitan medan dan risiko yang sangat tinggi. Di bawah kepemimpinannya, Kopassus mengalami modernisasi besar-besaran, baik dari segi alat utama sistem persenjataan (alutsista) maupun peningkatan kemampuan personel. Prestasi inilah yang kemudian membawanya dipromosikan menjadi Panglima Kostrad, sebuah jabatan strategis yang membawahi kekuatan tempur darat terbesar di Indonesia.
Transisi Menuju Pangkat Letnan Jenderal dan Masa Purnatugas
Pada Maret 1998, Prabowo resmi menyandang pangkat Letnan Jenderal (Bintang Tiga). Jabatan Panglima Kostrad yang diembannya menempatkan beliau pada posisi yang sangat krusial di tengah gejolak reformasi 1998. Namun, seiring dengan jatuhnya rezim Orde Baru, karier militer Prabowo mengalami guncangan hebat.
"Seorang prajurit tidak pernah benar-benar pensiun dari tugasnya membela negara, hanya medan tempurnya saja yang berubah dari senjata ke pemikiran dan kebijakan."
Setelah sidang Dewan Kehormatan Perwira (DKP) pada Agustus 1998, Prabowo diberhentikan dengan hormat dari dinas militer. Meskipun berhenti dari kedinasan aktif, pengaruh dan jiwa militernya tetap melekat kuat dalam setiap langkah politiknya di kemudian hari. Selama lebih dari dua dekade, pangkat Prabowo di TNI tertahan di level Letnan Jenderal, hingga sebuah babak baru terbuka pada tahun 2024.

Penganugerahan Jenderal TNI Kehormatan Bintang Empat
Setelah penantian panjang, pada 28 Februari 2024, Presiden Joko Widodo secara resmi menganugerahkan pangkat Jenderal TNI (Hor) kepada Prabowo Subianto. Penganugerahan ini didasarkan pada Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 13/TNI/Tahun 2024. Pangkat ini merupakan bentuk penghargaan atas jasa-jasanya di bidang pertahanan negara selama menjabat sebagai Menteri Pertahanan sejak 2019.
Kenaikan pangkat istimewa ini sempat memicu diskusi publik, namun pemerintah menegaskan bahwa prosedur tersebut sesuai dengan UU Nomor 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan. Dengan gelar ini, Prabowo kini sejajar dengan deretan tokoh militer besar lainnya yang juga menerima jenderal kehormatan, seperti Susilo Bambang Yudhoyono dan Luhut Binsar Pandjaitan.
- Validitas Hukum: Pangkat diberikan atas dasar kontribusi luar biasa terhadap kemajuan TNI.
- Pengakuan Karier: Melengkapi perjalanan panjang dari Letda hingga Jenderal penuh.
- Simbol Persatuan: Menandai rekonsiliasi politik dan konsolidasi kekuatan nasional.

Analisis Strategis Karier Militer dan Pengaruhnya bagi Bangsa
Perjalanan pangkat Prabowo di TNI mencerminkan ketangguhan seorang perwira dalam menghadapi berbagai fase kehidupan. Dari unit tempur hingga meja birokrasi, kemampuan manajerial yang ia pelajari di militer diaplikasikan secara nyata dalam modernisasi alutsista Indonesia. Sebagai Menteri Pertahanan, ia berhasil menegosiasikan pembelian jet tempur Rafale, kapal selam, hingga penguatan industri pertahanan dalam negeri melalui PT Pindad dan PT PAL.
Pengalaman lapangan di Timor Timur, Papua, dan berbagai operasi intelijen memberikan Prabowo perspektif geopolitik yang tajam. Hal ini sangat krusial bagi seorang pemimpin nasional dalam menjaga kedaulatan NKRI di tengah ketegangan Laut Natuna Utara dan persaingan kekuatan global di kawasan Indo-Pasifik. Kedisiplinan militer yang ia anut menjadi modal utama dalam menggerakkan roda organisasi pemerintahan yang efektif.
Relevansi Pangkat Militer dalam Kepemimpinan Nasional Masa Depan
Penyematan gelar Jenderal Kehormatan bukan sekadar seremoni formalitas. Ini adalah validasi atas loyalitas tanpa batas kepada institusi dan negara. Bagi pendukungnya, pencapaian ini adalah bentuk keadilan sejarah bagi seorang prajurit yang telah mendarmabaktikan hidupnya. Bagi pengamat militer, hal ini menunjukkan pentingnya kesinambungan antara pengalaman tempur dan visi strategis dalam memimpin sebuah negara besar seperti Indonesia.
Kini, dengan status sebagai perwira tinggi bintang empat, Prabowo Subianto membawa beban harapan besar untuk membawa Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045. Kedekatannya dengan akar militer diprediksi akan membuat kebijakan pertahanan dan keamanan nasional menjadi lebih solid dan berwibawa di mata dunia internasional. Pangkat Prabowo di TNI kini telah paripurna, menandai berakhirnya masa pengabdian sebagai prajurit aktif dan dimulainya pengabdian penuh sebagai nahkoda utama bangsa.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow