Nama Ayah Prabowo Subianto dan Profil Lengkap Soemitro Djojohadikusumo

Nama Ayah Prabowo Subianto dan Profil Lengkap Soemitro Djojohadikusumo

Smallest Font
Largest Font

Mengetahui sosok di balik tokoh publik sering kali memberikan perspektif baru mengenai karakter dan latar belakang pemikiran mereka. Dalam konteks politik nasional, nama ayah Prabowo Subianto sering kali mencuat sebagai figur yang tidak kalah berpengaruh dibandingkan putranya. Beliau adalah Prof. Dr. Soemitro Djojohadikusumo, seorang ekonom ulung yang dijuluki sebagai Begawan Ekonomi Indonesia. Memahami profil Soemitro berarti kita juga belajar tentang sejarah fondasi ekonomi Indonesia di masa awal kemerdekaan hingga era Orde Baru.

Prabowo Subianto sendiri sering kali menyebut ayahnya dalam berbagai pidato, merujuk pada nilai-nilai integritas dan intelektualitas yang ditanamkan sejak kecil. Sebagai seorang akademisi dan praktisi pemerintahan, Soemitro Djojohadikusumo memiliki rekam jejak yang sangat panjang dalam membangun sistem moneter dan perdagangan di tanah air. Kehadirannya tidak hanya dirasakan oleh keluarga besar Djojohadikusumo, tetapi juga oleh seluruh rakyat Indonesia melalui kebijakan-kebijakan ekonomi makro yang ia cetuskan pada masanya.

Mengenal Sosok di Balik Nama Ayah Prabowo yang Legendaris

Lahir pada tanggal 29 Mei 1917 di Kebumen, Jawa Tengah, Soemitro Djojohadikusumo dibesarkan dalam lingkungan keluarga ningrat yang menjunjung tinggi pendidikan. Nama ayah Prabowo ini tercatat sebagai salah satu orang Indonesia pertama yang meraih gelar doktor di bidang ekonomi dari luar negeri, tepatnya dari Nederlandsche Economische Hoogeschool (sekarang Universitas Erasmus Rotterdam) di Belanda pada usia yang sangat muda, yakni 26 tahun.

Kecerdasan Soemitro segera dimanfaatkan oleh pemerintah Indonesia setelah proklamasi kemerdekaan. Ia terlibat aktif dalam berbagai diplomasi internasional untuk mendapatkan pengakuan kedaulatan Indonesia, termasuk perannya dalam delegasi Indonesia di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Kemampuannya dalam bernegosiasi dan pemahamannya yang mendalam tentang ekonomi global menjadikannya aset berharga bagi Presiden Soekarno kala itu.

Potret masa muda Soemitro Djojohadikusumo ayah Prabowo
Soemitro Djojohadikusumo saat aktif dalam kegiatan intelektual dan pemerintahan di masa awal kemerdekaan.

Kontribusi Besar dalam Pemerintahan Indonesia

Sepanjang hayatnya, Soemitro pernah menduduki berbagai posisi strategis di kabinet pemerintahan yang berbeda. Ia dikenal sebagai sosok yang berani berbeda pendapat demi prinsip ekonomi yang ia yakini benar. Keteguhannya ini sering kali membuatnya berada dalam posisi yang sulit secara politik, namun ia tetap dihormati karena kapabilitasnya.

Jabatan MenteriPeriode Masa JabatanKabinet
Menteri Perdagangan dan Industri1950 - 1951Kabinet Natsir
Menteri Keuangan1952 - 1953Kabinet Wilopo
Menteri Keuangan1955 - 1956Kabinet Burhanuddin Harahap
Menteri Riset1973 - 1978Kabinet Pembangunan II

Daftar di atas menunjukkan betapa besarnya kepercayaan negara terhadap keahlian beliau. Di bawah kepemimpinannya, Indonesia mencoba melakukan transisi dari ekonomi kolonial menuju ekonomi nasional yang lebih mandiri. Ia adalah penggagas Program Benteng, sebuah kebijakan yang bertujuan untuk menumbuhkan kelas pengusaha pribumi di tengah dominasi ekonomi asing pascakemerdekaan.

Visi Intelektual dan Hubungan dengan Prabowo Subianto

Sebagai seorang ayah, Soemitro dikenal sangat disiplin namun tetap memberikan kebebasan kepada anak-anaknya untuk memilih jalan hidup mereka. Hubungan antara Prabowo dan ayahnya diwarnai oleh diskusi-diskusi intelektual yang mendalam. Prabowo sering menceritakan bagaimana ayahnya selalu menekankan pentingnya membaca buku dan memahami sejarah dunia. Hal ini secara tidak langsung membentuk karakter Prabowo yang strategis dan patriotik.

"Pendidikan bukan hanya soal gelar, tapi soal bagaimana ilmu tersebut bisa memberikan manfaat bagi orang banyak dan menjaga martabat bangsa." - Petuah yang sering dikaitkan dengan pemikiran Soemitro Djojohadikusumo.

Meskipun Soemitro adalah seorang ekonom, ia tidak pernah membatasi minat putra-putrinya. Keputusannya untuk mendukung Prabowo masuk ke militer menunjukkan sikap keterbukaan seorang intelektual terhadap pengabdian dalam bentuk lain. Nama besar keluarga Djojohadikusumo yang berasal dari silsilah pejuang (seperti Raden Mas Margono Djojohadikusumo) kian diperkuat oleh kiprah Soemitro di kancah sipil dan Prabowo di kancah militer.

Foto keluarga Prabowo Subianto dan ayahnya Soemitro
Kebersamaan keluarga besar Djojohadikusumo yang selalu mengutamakan nilai-nilai intelektualitas dan pengabdian.

Inovasi dan Warisan Pemikiran Ekonomi

Warisan paling berharga dari Soemitro bukanlah harta benda, melainkan pemikiran-pemikiran ekonominya yang masih relevan hingga saat ini. Ia adalah salah satu tokoh yang pertama kali menyadari pentingnya riset dan teknologi sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Sebagai Menteri Riset di era Orde Baru, ia meletakkan dasar bagi pengembangan industri strategis nasional.

  • Sistem Ekonomi Kerakyatan: Mengupayakan agar ekonomi tidak hanya dikuasai oleh segelintir elite.
  • Industrialisasi Berbasis Sumber Daya: Mendorong pengolahan bahan mentah di dalam negeri sebelum diekspor.
  • Pendidikan Ekonomi: Pendiri Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FEUI) yang telah melahirkan ribuan ekonom hebat.

Kontribusinya dalam dunia akademis menjadikannya figur sentral di Universitas Indonesia. Banyak pakar ekonomi ternama Indonesia merupakan murid langsung atau setidaknya pengikut garis pemikiran Soemitro. Gaya mengajarnya yang tajam dan analisisnya yang sistematis membuat siapa pun yang mendengarnya akan terkesima dengan kedalaman ilmu pengetahuan yang dimilikinya.

Gedung Fakultas Ekonomi UI tempat Soemitro mengajar
Fakultas Ekonomi UI menjadi saksi bisu dedikasi Soemitro Djojohadikusumo dalam mencetak generasi penerus bangsa.

Meneladani Integritas dari Jejak Langkah Sang Begawan

Melihat kembali sejarah hidup Soemitro Djojohadikusumo memberikan kita gambaran utuh bahwa nama ayah Prabowo ini bukan sekadar atribut keluarga, melainkan simbol integritas intelektual Indonesia. Hingga akhir hayatnya pada tahun 2001, ia tetap aktif memberikan masukan bagi pemerintah, baik diminta maupun tidak, menunjukkan rasa cintanya yang luar biasa kepada tanah air. Ia tidak pernah takut menyuarakan kebenaran ilmiah meskipun harus berseberangan dengan penguasa yang sedang menjabat.

Vonis akhir dari perjalanan hidup beliau adalah bahwa kepemimpinan yang kuat harus didasari oleh pengetahuan yang luas dan moralitas yang teguh. Bagi masyarakat Indonesia, khususnya generasi muda, mempelajari rekam jejak Soemitro adalah langkah penting untuk memahami arah pembangunan nasional yang ideal. Rekomendasi terbaik untuk memahami visi Indonesia Maju adalah dengan melihat kembali akar pemikiran para pendiri bangsa, termasuk kontribusi besar yang diberikan oleh ayah dari Presiden terpilih saat ini. Ke depan, tantangan ekonomi global akan semakin kompleks, namun dengan meneladani semangat nama ayah Prabowo ini, Indonesia memiliki fondasi mental yang cukup kuat untuk menghadapinya.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow