Lirik Lagu Indonesia Raya 3 Stanza Terlengkap

Lirik Lagu Indonesia Raya 3 Stanza Terlengkap

Smallest Font
Largest Font

Lirik lagu Indonesia Raya merupakan identitas nasional yang sangat penting bagi setiap warga negara. Lagu ciptaan Wage Rudolf Supratman ini pertama kali diperkenalkan pada momentum Sumpah Pemuda tahun 1928. Memahami lirik lagu Indonesia Raya secara utuh, terutama dalam versi tiga stanza, memberikan perspektif mendalam mengenai doa serta harapan para pendiri bangsa untuk masa depan tanah air.

Sebagai lagu kebangsaan, setiap bait dalam Indonesia Raya mengandung nilai filosofis yang kuat. Mayoritas masyarakat mungkin lebih mengenal stanza pertama yang sering dinyanyikan saat upacara bendera. Namun, Pemerintah Indonesia melalui regulasi terbaru terus mendorong masyarakat untuk memahami versi lengkap 3 stanza guna meresapi pesan persatuan yang lebih komprehensif. Berikut adalah ulasan mendalam mengenai teks, sejarah, dan aturan hukum terkait lagu kebangsaan kita.

Teks Lengkap Lirik Lagu Indonesia Raya 3 Stanza

Penting bagi kita untuk menghafal dan memahami lirik lagu Indonesia Raya versi asli sesuai dengan aslinya. Penggunaan versi 3 stanza kini diwajibkan dalam berbagai acara resmi negara sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Berikut adalah teks lengkapnya:

Lirik Stanza Pertama

Indonesia tanah airku, Tanah tumpah darahku. Di sanalah aku berdiri, Jadi pandu ibuku. Indonesia kebangsaanku, Bangsa dan Tanah Airku. Marilah kita berseru, Indonesia bersatu. Hiduplah tanahku, hiduplah negeriku, Bangsaku, Rakyatku, semuanya. Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya, Untuk Indonesia Raya.

Lirik Stanza Kedua

Indonesia tanah yang mulia, Tanah kita yang kaya. Di sanalah aku berdiri, Untuk selama-lamanya. Indonesia tanah pusaka, Puspaka kita semuanya. Marilah kita mendoa, Indonesia bahagia. Suburlah tanahnya, suburlah jiwanya, Bangsaku, Rakyatku, semuanya. Sadarlah budinya, sadarlah hatinya, Untuk Indonesia Raya.

Lirik Stanza Ketiga

Indonesia tanah yang suci, Tanah kita yang sakti. Di sanalah aku berdiri, Menjaga ibu sejati. Indonesia tanah berseri, Tanah yang aku sayangi. Marilah kita berjanji, Indonesia abadi. Slamatlah rakyatnya, slamatlah putranya, Pulaunya, lautnya, semuanya. Majulah negerinya, majulah pandunya, Untuk Indonesia Raya.

Reff/Paduan Suara:
Indonesia Raya, Merdeka, Merdeka, Tanahku, negeriku yang kucinta. Indonesia Raya, Merdeka, Merdeka, Hiduplah Indonesia Raya.

Naskah asli Indonesia Raya
Naskah asli lirik lagu Indonesia Raya yang ditulis oleh Wage Rudolf Supratman pada tahun 1928.

Sejarah Penciptaan Lagu Indonesia Raya oleh W.R. Supratman

Sejarah lirik lagu Indonesia Raya tidak bisa dilepaskan dari sosok Wage Rudolf Supratman. Sebagai seorang jurnalis dan musisi, beliau merasa terpanggil untuk menciptakan sebuah lagu yang mampu membangkitkan semangat nasionalisme di tengah tekanan kolonialisme Belanda. Beliau menggubah lagu ini dengan biola kesayangannya.

Lagu ini pertama kali dikumandangkan secara instrumental pada tanggal 28 Oktober 1928 di Gedung Kramat 106, Jakarta. Saat itu, para pemuda dari berbagai daerah berkumpul dalam Kongres Pemuda II. Meskipun saat itu dilarang menggunakan kata merdeka oleh pemerintah kolonial, semangat yang dibawa oleh melodi dan lirik lagu Indonesia Raya tetap meresap ke hati para peserta kongres.

  • Tahun 1924: W.R. Supratman mulai menggubah melodi lagu di Bandung.
  • Tahun 1928: Lagu diperkenalkan pertama kali dalam format instrumental biola.
  • Tahun 1944: Panitia Lagu Kebangsaan dibentuk untuk menyempurnakan lirik dan aransemen.
  • Tahun 1945: Ditetapkan sebagai lagu kebangsaan setelah Proklamasi Kemerdekaan.

Keunikan dari Indonesia Raya adalah strukturnya yang berbentuk sonata. W.R. Supratman sengaja memilih nada-nada yang megah namun mudah dinyanyikan secara massal. Hal ini bertujuan agar lirik lagu Indonesia Raya dapat diingat dengan mudah oleh seluruh lapisan masyarakat dari Sabang sampai Merauke.

W.R. Supratman dan Biola
W.R. Supratman menciptakan lirik lagu Indonesia Raya menggunakan biola sebagai instrumen utama.

Aturan Hukum dan Etika Menyanyikan Lagu Indonesia Raya

Sebagai simbol kedaulatan, penggunaan lirik lagu Indonesia Raya diatur secara ketat dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan. Ada etika tertentu yang harus dipatuhi oleh setiap orang saat lagu ini diperdengarkan atau dinyanyikan.

  1. Sikap Berdiri Tegak: Setiap orang yang hadir pada saat Lagu Kebangsaan diperdengarkan atau dinyanyikan wajib berdiri tegak dengan sikap hormat.
  2. Kewajiban Menghafal: Siswa di sekolah wajib menghafal lirik lagu Indonesia Raya sebagai bagian dari pendidikan karakter.
  3. Penggunaan dalam Iklan: Dilarang menggunakan Lagu Kebangsaan untuk keperluan iklan komersial yang merendahkan martabat bangsa.
  4. Aransemen: Pengubahan aransemen diperbolehkan selama tidak menghilangkan esensi dan kemegahan lagu aslinya.
"Lagu Kebangsaan adalah cerminan martabat sebuah bangsa. Menghormati lirik lagu Indonesia Raya berarti menghormati perjuangan para pahlawan yang telah gugur demi kemerdekaan kita." - Pakar Sejarah Nasional.

Pelanggaran terhadap aturan ini dapat dikenakan sanksi administratif hingga pidana. Hal ini menunjukkan betapa sakralnya lirik lagu Indonesia Raya dalam sistem tata negara kita. Pemerintah mewajibkan setiap kantor instansi pemerintah dan sekolah untuk memutar lagu ini secara berkala untuk menjaga rasa nasionalisme tetap hidup.

Makna Filosofis dalam Setiap Stanza Indonesia Raya

Membedah lirik lagu Indonesia Raya per stanza akan mengungkap kedalaman doa para pendiri bangsa. Stanza pertama berfokus pada Kesadaran Nasional. Kalimat "Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya" menekankan bahwa pembangunan mental dan karakter harus mendahului pembangunan fisik. Ini adalah fondasi utama bagi bangsa yang baru merdeka.

Stanza kedua mengandung Doa dan Harapan. Penggunaan kata "Tanah yang mulia" dan "Tanah yang kaya" menunjukkan rasa syukur atas kekayaan alam nusantara. Di sini, lirik lagu Indonesia Raya mengajak rakyat untuk senantiasa mendoakan kebahagiaan bagi tanah airnya. Kesadaran budi dan hati juga ditekankan sebagai kunci kemajuan bangsa.

Terakhir, stanza ketiga memuat Janji dan Sumpah. Kalimat "Indonesia abadi" adalah tekad untuk menjaga kedaulatan wilayah mencakup pulau dan lautnya. Melalui lirik lagu Indonesia Raya stanza ketiga, kita diingatkan untuk menjadi pandu atau penjaga ibu pertiwi yang sejati. Keabadian Indonesia bergantung pada semangat rakyatnya untuk terus maju.

Upacara bendera merah putih
Menyanyikan lirik lagu Indonesia Raya saat upacara bendera adalah bentuk penghormatan tertinggi kepada negara.

Kesimpulan Mengenai Pentingnya Menghafal Lirik Lagu Indonesia Raya

Menghafal dan memahami lirik lagu Indonesia Raya secara lengkap 3 stanza adalah kewajiban moral setiap warga negara Indonesia. Lagu ini bukan sekadar rangkaian kata dan nada, melainkan manifestasi dari semangat perjuangan W.R. Supratman dan para pemuda tahun 1928. Dengan memahami maknanya, kita dapat mengimplementasikan nilai-nilai persatuan dalam kehidupan sehari-hari.

Mari kita lestarikan warisan budaya nasional ini dengan menyanyikan lirik lagu Indonesia Raya secara benar dan penuh khidmat. Sebagai generasi penerus, tanggung jawab kita adalah memastikan bahwa semangat yang terkandung dalam setiap bait lagu kebangsaan ini tetap berkobar di hati setiap anak bangsa hingga masa depan yang akan datang.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow