Limbah Sawit Jadi Rompi Anti Peluru: Lolos Uji Militer!
- Uji Balistik di Laboratorium Dislitbang TNI AD
- Rompi Anti Peluru Lolos Uji Tembak dan Tusuk
- Spesifikasi Rompi Anti Peluru TKKS
- Tim Riset IPB University di Balik Inovasi
- Kolaborasi dan Dukungan Pendanaan
- Tantangan Produksi Massal
- Harapan untuk Kedaulatan Industri Pertahanan
- Investasi untuk Produksi Komersial
Limbah Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) yang dahulu dipandang sebelah mata, kini bertransformasi menjadi material strategis pertahanan nasional. Rompi antipeluru inovatif berbahan serat sawit, hasil riset IPB University, sukses melewati uji balistik militer dan mengantongi sertifikasi dari Dinas Penelitian dan Pengembangan Angkatan Darat (Dislitbang TNI AD).
Uji Balistik di Laboratorium Dislitbang TNI AD
Pengujian ketat berlangsung di Laboratorium Dislitbang TNI AD, Batujajar, Bandung, pada Jumat (19/12). Keberhasilan ini menandai kemajuan penting riset biomaterial dalam negeri demi mewujudkan kemandirian industri pertahanan berbasis sumber daya lokal.
Rompi Anti Peluru Lolos Uji Tembak dan Tusuk
Dalam uji balistik, rompi serat TKKS diuji dengan amunisi kaliber 9x19 mm dari jarak 5 meter. Pengujian meliputi berbagai kondisi, dari tembak kering hingga basah. Rompi ini juga diuji ketahanannya terhadap tusukan dan bacokan senjata tajam.
Hasil Uji Balistik Memuaskan
Tim penguji menyatakan rompi ini lulus kualifikasi karena mampu menahan proyektil tanpa tembus. Deformasi atau lekukan belakang yang dihasilkan di bawah 44 mm, memenuhi standar keamanan untuk melindungi organ vital dari trauma tumpul akibat hantaman peluru.
Spesifikasi Rompi Anti Peluru TKKS
Inovasi ini sangat kompetitif dengan rompi antipeluru Level IIIA di pasar global. Bobotnya ringan, di bawah 2 kg, dengan ketebalan kurang dari 2 cm, mendukung pergerakan personel di lapangan.
Tim Riset IPB University di Balik Inovasi
Riset ini adalah buah kerja keras tim multidisiplin IPB University yang diketuai Dr. Siti Nikmatin dari Pusat Studi Sawit, didampingi Dr. Irmansyah, Rima Fitria Adiati, MT, Dr. Agus Kartono, dan Tursina Andita Putri, MSi.
Kolaborasi dan Dukungan Pendanaan
Hilirisasi riset ini terwujud berkat kolaborasi dengan PT Interstisi Material Maju. Proyek ini didanai melalui Program Dana Padanan (Kedaireka) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tahun anggaran 2024–2025.
Tantangan Produksi Massal
Setelah meraih sertifikasi militer, tantangan berikutnya adalah produksi massal. Siti Nikmatin menekankan bahwa bahan baku melimpah di Indonesia, tetapi infrastruktur produksi menjadi kunci.
Harapan untuk Kedaulatan Industri Pertahanan
"Semoga inovasi ini dapat mengubah potensi limbah kelapa sawit menjadi kekuatan baru bagi kedaulatan industri pertahanan Indonesia di masa depan," harap Siti Nikmatin.
Investasi untuk Produksi Komersial
Siti Nikmatin menambahkan bahwa banyak tahapan produksi masih manual. Dukungan investasi pada permesinan dan modal kerja diperlukan agar rompi antipeluru ini bisa diproduksi secara komersial dan digunakan luas.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow