Ibu Prabowo Subianto dan Jejak Sejarah Dora Marie Sigar
Sosok **ibu Prabowo** Subianto, Dora Marie Sigar, seringkali menjadi perhatian publik karena latar belakang keluarganya yang unik dan penuh sejarah. Sebagai seorang ibu dari tokoh penting di Indonesia, Dora bukan hanya sekadar pendamping hidup Begawan Ekonomi Indonesia, Soemitro Djojohadikusumo, tetapi juga merupakan pilar utama dalam mendidik anak-anaknya yang kelak menjadi tokoh-tokoh besar di tanah air. Memahami latar belakang beliau adalah kunci untuk memahami nilai-nilai keberagaman dan disiplin yang melekat pada diri Prabowo Subianto. Kehidupan Dora Marie Sigar mencerminkan harmoni dalam keberagaman Indonesia. Lahir di keluarga yang terpandang, beliau membawa etos kerja dan keteguhan hati yang luar biasa. Melalui artikel mendalam ini, kita akan menelusuri perjalanan hidup Dora Marie Sigar, silsilah keluarganya yang berasal dari Minahasa, hingga bagaimana perannya membentuk karakter Prabowo Subianto sebagai seorang pemimpin.
Profil Lengkap dan Asal-Usul Dora Marie Sigar
Dora Marie Sigar lahir pada 21 September 1921 di Manado, Sulawesi Utara. Beliau merupakan putri dari pasangan Philip Sigar dan Cornelie Elizabeth Maengkom. Keluarga Sigar sendiri dikenal sebagai keluarga terdidik di Minahasa pada masa kolonial. Ayahnya adalah seorang pejabat pemerintah di zamannya, yang memungkinkan Dora mendapatkan akses pendidikan yang sangat baik hingga ke luar negeri.

Silsilah Keluarga dan Keturunan
Pernikahan antara Dora Marie Sigar dan Soemitro Djojohadikusumo melahirkan empat orang anak yang semuanya memiliki karier cemerlang. Keberagaman dalam keluarga ini seringkali dipuji sebagai potret toleransi sejati di Indonesia. Meskipun berbeda keyakinan, keluarga ini tetap harmonis dan saling mendukung satu sama lain. Berikut adalah detail mengenai keturunan dari pasangan Dora Marie Sigar dan Soemitro Djojohadikusumo:
- Biantiningsih Miderawati Djiwandono: Putri sulung yang menikah dengan Joseph Soedradjad Djiwandono, mantan Gubernur Bank Indonesia.
- Maryani Ekowati Lemaistre: Putri kedua yang menetap di luar negeri dan dikenal sebagai aktivis sosial.
- Prabowo Subianto Djojohadikusumo: Putra ketiga yang menjadi tokoh militer dan kini menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia ke-8.
- Hashim Djojohadikusumo: Putra bungsu yang menjadi pengusaha sukses dan aktif di dunia politik.
Untuk memudahkan pemahaman mengenai profil beliau, berikut adalah tabel data singkat mengenai **ibu Prabowo**:
| Kategori | Keterangan |
|---|---|
| Nama Lengkap | Dora Marie Sigar |
| Tempat, Tanggal Lahir | Manado, 21 September 1921 |
| Wafat | Singapura, 23 Desember 2008 |
| Kebangsaan | Indonesia |
| Pendidikan | Keperawatan (Utrecht, Belanda) |
| Suami | Prof. Dr. Soemitro Djojohadikusumo |
Peran Dora Marie Sigar dalam Membentuk Karakter Prabowo
Sebagai seorang ibu, Dora Marie Sigar dikenal sangat disiplin namun penuh kasih sayang. Beliau adalah sosok yang menanamkan nilai-nilai patriotisme dan ketegasan kepada anak-anaknya. Dalam berbagai kesempatan, Prabowo Subianto sering mengenang ibundanya sebagai sosok yang sangat teliti dan menjaga kebersihan serta keteraturan di dalam rumah.
"Ibu saya adalah orang yang sangat disiplin. Beliau selalu mengajarkan kami untuk bangga menjadi orang Indonesia, meskipun kami menghabiskan banyak waktu di luar negeri selama masa pengasingan ayah kami." — Prabowo Subianto dalam sebuah wawancara.
Selama masa orde lama, keluarga Djojohadikusumo harus berpindah-pindah negara karena posisi politik Soemitro yang berlawanan dengan pemerintah saat itu. Dora adalah sosok yang menjaga moral keluarga tetap tinggi di London, Zurich, hingga Hong Kong. Kemampuan Dora dalam beradaptasi di berbagai budaya tanpa melupakan akar budayanya sebagai orang Minahasa memberikan pengaruh besar pada cara pandang Prabowo yang inklusif.

Warisan Budaya Minahasa dalam Keluarga
Meskipun menikah dengan pria Jawa, Dora Marie Sigar tidak pernah meninggalkan identitasnya sebagai putri Minahasa. Hal ini terlihat dari kedekatan keluarga mereka dengan kerabat di Sulawesi Utara. Nama **Sigar** sendiri merupakan klan (marga) yang dihormati di Langowan. Pengaruh budaya ini juga yang membuat Prabowo Subianto memiliki ikatan emosional yang sangat kuat dengan masyarakat Sulawesi Utara. Identitas ganda ini—Jawa dari sang ayah dan Minahasa dari sang ibu—menjadi modal sosial yang kuat bagi Prabowo dalam merangkul berbagai elemen bangsa. Hal ini membuktikan bahwa sosok **ibu Prabowo** memainkan peran strategis bukan hanya dalam urusan domestik, melainkan dalam pembentukan ideologi kebangsaan putra-putranya.
Akhir Hayat dan Penghormatan
Dora Marie Sigar menghembuskan napas terakhirnya pada tanggal 23 Desember 2008 di Rumah Sakit Mount Elizabeth, Singapura. Beliau wafat pada usia 87 tahun setelah berjuang melawan penyakit yang dideritanya. Jenazahnya kemudian dibawa kembali ke Jakarta dan dimakamkan di Taman Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir, berdampingan dengan makam sang suami yang telah lebih dulu berpulang pada tahun 2001.

Kesimpulan
Sosok **ibu Prabowo**, Dora Marie Sigar, adalah inspirasi nyata tentang keteguhan seorang wanita dalam menjaga keutuhan keluarga di tengah badai politik dan pengasingan. Dari tanah Minahasa hingga ke pusat pendidikan di Eropa, perjalanan hidupnya membentuk fondasi karakter yang kuat bagi anak-anaknya. Melalui cinta yang melampaui perbedaan agama dan budaya, Dora Marie Sigar telah mewariskan nilai toleransi dan integritas yang kini terus dijaga oleh keturunannya dalam melayani bangsa Indonesia.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow